Keputusan PBB ini disambut pemerintah Amerika Serikat. Dengan keputusan ini, Boko Haram menghadapi embargo senjata dan pembekuan aset.
Dubes AS Samantha Power menyambut sanksi tersebut sebagai langkah penting untuk mendukung pemerintah Nigeria dalam mengalahkan Boko Haram.
Boko Haram telah sejak lama menuntut berdirinya negara Islam di wilayah Nigeria utara yang mayoritas penduduknya warga muslim. Kelompok tersebut belakangan ini semakin gencar melancarkan serangan-serangannya yang memakan korban jiwa. Terhitung sejak tahun 2009, ribuan orang telah tewas akibat serangan-serangan Boko Haram.
"Boko Haram kini terdaftar dalam daftar sanksi-sanksi Al-Qaeda oleh PBB," kata Dubes Australia Gary Quinlan selaku ketua komite sanksi-sanksi Al-Qaeda, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/5/2014).
"Kami akan bekerja untuk mencoba dan memastikan bahwa siapapun yang memberikan bantuan materi kepada Boko Haram, apakah itu pendanaan atau persenjatan, akan dihentikan," tuturnya kepada para wartawan di New York, AS.
Menurut Quinlan, ada bukti yang sangat jelas bahwa Boko Haram telah berlatih dengan sangat intens dengan kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb, khususnya dalam perakitan bom.
Belum lama ini, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menyatakan, kelompoknya menculik lebih dari 200 pelajar putri dari kota Chibok pada 14 April lalu. Shekau pun mengancam akan menjual mereka sebagai budak. Hingga kini anak-anak perempuan tersebut belum ditemukan.
(ita/ita)











































