Perundingan antara Iran dengan enam negara lainnya soal program nuklir negara tersebut akan segera mencapai tahap akhir. Dimungkinkan perundingan tersebut mencapai kesepakatan pada pertengahan Juli mendatang.
"Isyarat yang kami terima dalam beberapa hari terakhir, memberitahu kami bahwa kemungkinan besar akan mencapai kesepakatan pada akhir Juli mendatang," ujar Presiden Iran, Hassan Rouhani kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Shanghai, China, seperti dilansir AFP, Kamis (22/5/2014).
"Kami bisa mencapai ini," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Presiden Rouhani ini muncul setelah perundingan ronde keempat yang digelar di Wina, Austria, pekan lalu, tidak membuahkan hasil apapun. Namun badan pengawas energi atom PBB mengatakan pada Rabu (21/5), Iran sepakat untuk membahas tudingan-tudingan yang dilontarkan sejak lama bahwa negara tersebut tengah melakukan penelitian untuk menciptakan senjata nuklir.
Presiden Rouhani menuturkan, memang dibutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan isu luar biasa seperti ini. "Kita tidak bisa mengharapkan semua akan selesai dalam beberapa kali pertemuan," ucapnya.
Rouhani memang tidak menyebut lebih spesifik soal kendala dan masalah apa saja yang muncul dalam perundingan dengan lima negara anggota Dewan Keamanan PBB, yakni Amerika Serikat, Prancis, Inggris, China dan Rusia, ditambah Jerman. Namun dia menyebut, isu luar biasa yang sama telah menjadi masalah selama bertahun-tahun.
Secara terpisah laporan media menyebutkan beberapa masalah yang menghambat perundingan tersebut, antara lain soal pengayaan uranium Iran, yang jika dimurnikan lebih lanjut bisa digunakan untuk memicu ledakan nuklir, dan reaktor penelitian Arak yang belum selesai, yang limbahnya nanti bisa menjadi alternatif dalam pembuatan bom atom.
Batas waktu yang disepakati untuk hasil akhir perundingan tersebut ditetapkan 20 Juli mendatang. Namun jika memang ternyata kesepakatan tetap belum bisa dicapai, maka batas waktunya bisa diperpanjang.
"Katakan saja kami tidak mencapai kesepakatan pada batas waktu itu, maka kami bisa memperpanjang kesepakatan sementara hingga 6 bulan selanjutnya," tandas Rouhani.
Rouhani tengah berada di China pada Kamis (22/5), untuk bertemu Presiden Xi Jinping. China merupakan salah satu negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang juga ikut dalam perundingan nuklir Iran tersebut.
(nvc/ita)











































