Presiden Park Tunjuk Mantan Hakim Agung Jadi PM Baru Korsel

Presiden Park Tunjuk Mantan Hakim Agung Jadi PM Baru Korsel

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 15:25 WIB
Presiden Park Tunjuk Mantan Hakim Agung Jadi PM Baru Korsel
Ilustrasi
Seoul -

Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun Hye menunjuk seorang mantan hakim Mahkamah Agung menjadi Perdana Menteri yang baru. Pejabat yang ditunjuk tersebut dikenal akan reputasinya dalam memerangi korupsi saat masih aktif sebagai hakim.

Ahn Dai-hee diberi mandat oleh Presiden Park untuk mengawasi reformasi struktur pemerintahan. PM sebelumnya, Chung Hong-won mengundurkan diri sekitar 10 hari setelah kapal feri Sewol tenggelam pada 16 April lalu, setelah pemerintah menuai kritikan tajam dari publik.

"Kami yakin bahwa dia akan menjadi orang yang sukses dalam restrukturisasi negara ini, dengan mendorong reformasi birokrasi dan pemerintah dan menormalkan apa yang tidak normal di masyarakat kita," jelas juru bicara Presiden Park, Min Kyung-wook seperti dilansir Reuters, Kamis (22/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahn pernah menjadi jaksa sebelum akhirnya bergabung dengan Mahkamah Agung Korsel pada tahun 2006. Selama di Mahkamah Agung, Ahn menuai pujian atas kiprahnya dalam penyelidikan korupsi yang melibatkan orang-orang kepercayaan presiden dan tokoh-tokoh lain yang pernah memiliki posisi penting.

Integritas pria berusia 59 tahun yang sangat dikenal dalam dunia kehakiman menjadi salah satu alasan penunjukan Ahn sebagai PM Korsel yang baru.

Dalam pernyataannya, Min menambahkan, Presiden Park juga telah menerima pengunduran diri Direktur Dinas Intelijen Nasional (NIS) Korsel dan pengunduran diri Kepala Sekretaris Urusan Keamanan Nasional di kantor Presiden Korsel.

Pekan ini, Presiden Park menyatakan bahwa pihaknya akan merombak struktur pemerintahan dan meningkatkan pengawasan keamanan demi menjaga agar tidak terulang tragedi yang sama. Awal pekan ini, Presiden Park mengumumkan pembubaran Patroli Laut Korsel yang dianggap gagal merespons dengan tepat tragedi Sewol hingga memakan banyak korban jiwa.

(nvc/ita)


Berita Terkait