Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun Hye menunjuk seorang mantan hakim Mahkamah Agung menjadi Perdana Menteri yang baru. Pejabat yang ditunjuk tersebut dikenal akan reputasinya dalam memerangi korupsi saat masih aktif sebagai hakim.
Ahn Dai-hee diberi mandat oleh Presiden Park untuk mengawasi reformasi struktur pemerintahan. PM sebelumnya, Chung Hong-won mengundurkan diri sekitar 10 hari setelah kapal feri Sewol tenggelam pada 16 April lalu, setelah pemerintah menuai kritikan tajam dari publik.
"Kami yakin bahwa dia akan menjadi orang yang sukses dalam restrukturisasi negara ini, dengan mendorong reformasi birokrasi dan pemerintah dan menormalkan apa yang tidak normal di masyarakat kita," jelas juru bicara Presiden Park, Min Kyung-wook seperti dilansir Reuters, Kamis (22/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Integritas pria berusia 59 tahun yang sangat dikenal dalam dunia kehakiman menjadi salah satu alasan penunjukan Ahn sebagai PM Korsel yang baru.
Dalam pernyataannya, Min menambahkan, Presiden Park juga telah menerima pengunduran diri Direktur Dinas Intelijen Nasional (NIS) Korsel dan pengunduran diri Kepala Sekretaris Urusan Keamanan Nasional di kantor Presiden Korsel.
Pekan ini, Presiden Park menyatakan bahwa pihaknya akan merombak struktur pemerintahan dan meningkatkan pengawasan keamanan demi menjaga agar tidak terulang tragedi yang sama. Awal pekan ini, Presiden Park mengumumkan pembubaran Patroli Laut Korsel yang dianggap gagal merespons dengan tepat tragedi Sewol hingga memakan banyak korban jiwa.
(nvc/ita)










































