Kementerian Keamanan Publik China menyebut serangan bom yang terjadi di Urumqi, Xinjiang ini sebagai insiden terorisme yang serius. Sedangkan kepala kemanan domestik Meng Jianzhu bersumpah akan memperkuat operasi penumpasan terorisme.
"Preman menerobos penghalang logam dengan menggunakan dua kendaraan, menabrak kerumuman orang dan meledakkan bom, memicu kematian 31 orang dan melukai 94 orang lainnya," demikian seperti dilaporkan situs pemerintah daerah Xinjiang, Tianshan dan dilansir AFP, Kamis (22/5/2014).
Insiden ini berawal ketika dua mobil menabrak kerumunan orang yang ada di sebuah pasar pagi di Urumqi, Xinjiang. Dari salah satu mobil, ada yang melemparkan keluar sebuah bom yang kemudian meledak. Salah satu mobil lainnya tak lama kemudian ikut meledak.
"Udara penuh dengan bau bubuk mesiu dan suara isak tangis. Ada terlalu banyak korban (tewas), banyak orang tua di pasar pagi itu," terang salah satu saksi mata yang menyaksikan langsung peristiwa nahas tersebut kepada Reuters.
Saksi mata lainnya menceritakan situasi di lokasi kejadian yang sangat kacau. "Ada dua kendaraan yang melaju seperti kesetanan mengarah ke pasar pagi. Pasar dalam kondisi kacau. Pedagang dan para pembeli berlarian... ini benar-benar aksi terorisme. Saya sangat marah," tutur seorang saksi mata yang enggan disebut namanya.
Sejumlah foto dari lokasi kejadian yang diposting warga ke Weibo, sejenis Twitter di China, menunjukkan beberapa korban yang terbaring di jalanan. Kobaran api juga terlihat dalam foto tersebut. Beberapa foto lainnya menunjukkan asap hitam mengepul dari sebuah kios yang terbakar.
Seorang saksi mata di lokasi menuturkan kepada Xinhua, dia mendengar suara ledakan besar sebanyak puluhan kali. Ketika insiden ini terjadi pada Kamis (22/5) pagi, pasar yang menjual sayuran dan barang-barang segar tersebut memang tengah dipenuhi pengunjung.
"Menindak tegas para teroris dan berupaya keras menjaga stabilitas," ucap Presiden China Xi Jinping menanggapi insiden ini, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.
Selama ini, wilayah Xinjiang sarat dengan aksi kekerasan dan juga ledakan bom. Otoritas setempat meyakini, kelompok ekstremis dan separatis Islam dari Xinjiang berada di balik serangan-serangan tersebut.
(nvc/ita)











































