Sempat Alami Kendala Teknis, Pencarian Bawah Laut MH370 Dilanjutkan

Sempat Alami Kendala Teknis, Pencarian Bawah Laut MH370 Dilanjutkan

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 14:09 WIB
Sempat Alami Kendala Teknis, Pencarian Bawah Laut MH370 Dilanjutkan
Bluefin-21 yang dikerahkan dalam pencarian MH370 (Reuters)
Perth -

Setelah sempat mengalami gangguan teknis, pencarian bawah laut pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kembali dilanjutkan. Kapal selam mini, Bluefin-21 kembali melakukan penyisiran di area perairan Samudera Hindia yang diyakini menjadi lokasi peristirahatan terakhir MH370.

"Kendaraan bawah laut tanpa awak, Bluefin-21, dikerahkan dari kapal pagi ini, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Misi pencarian tetap di bawah laut," terang Joint Agency Coordination Centre (JACC) seperti dilansir AFP, Kamis (22/5/2014).

Bluefin-21 milik Angkatan Laut AS mampu menyelam hingga kedalaman 4.500 meter di dalam laut. Pekan lalu, kapal selam mini ini terpaksa kembali ke permukaan karena mengalami gangguan teknis dan berujung pada perbaikan yang membutuhkan waktu cukup lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misi pencarian MH370 yang dilakukan Bluefin-21 akhir dilanjutkan kembali hari ini. Sejak pagi ini, Bluefin-21 menyusuri lokasi terpencil yang ada di perairan Samudera Hindia bagian selatan, yang merupakan lokasi terdeteksinya sejumlah transmisi yang diduga berasal dari kotak hitam MH370, yang kini diyakini ada di dalam laut.

"Minggu berikutnya, Bluefin-21 akan mencari di lokasi-lokasi tersisa di sekitar lokasi terdeteksinya sinyal akustik pada awal April, oleh towed pinger locator... yang berada di dalam batas kedalaman operasional," terang JACC.

"Ini proses yang berkelanjutan hingga pada akhirnya memungkinkan tim pencari untuk mengurangi atau memastikan area sinyal akustik sebagai tempat peristirahatan akhir MH370," imbuh JACC.

Pesawat MAS MH370 diyakini jatuh di wilayah Samudera Hindia bagian selatan. Operasi pencarian yang melibatkan banyak negara dan dipimpin oleh Australia telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, namun belum juga membuahkan hasil signifikan.

Setelah pencarian via udara dan permukaan laut dihentikan, operasi difokuskan pada pencarian bawah laut dengan menggunakan peralatan canggih untuk mencari di dalam dasar laut yang belum pernah dipetakan sama sekali. JACC menyatakan, kapal peneliti milik China, Zhu Kezhen membantu pemetaan di lokasi pencarian MH370. Kapal tersebut telah meninggalkan pelabuhan Fremantle untuk memulai pemetaan di lokasi.

JACC juga menuturkan bahwa timnya juga melakukan analisis terhadap seluru data serta informasi yang berkaitan dengan rute penerbangan yang ditempuh MH370 sebelum menghilang. "Hal ini membantu mengkonfirmasi area terbaik yang akan menjadi fokus pencarian yang lebih efektif ke depannya," tandas JACC.

(nvc/ita)


Berita Terkait