Para warga desa di provinsi Zabul, Afghanistan selatan pada Selasa, 20 Mei waktu setempat menemukan delapan jasad tanpa kepala. Mereka merupakan delapan polisi setempat yang diculik dua pekan lalu.
Demikian disampaikan wakil gubernur provinsi Zabul, Mohammad Jan Rassoulyar kepada kantor berita AFP, Rabu (21/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut wakil kepala kepolisian Zabul, Ghulam Jilani Farahi, para polisi itu lebih dulu ditembak, baru kemudian dipenggal.
Sejauh ini, para militan Taliban yang bertanggung jawab atas banyak serangan terhadap kepolisian Afghan, belum memberikan komentar atas temuan mayat-mayat tanpa kepala ini.
Masih di hari yang sama, pada Selasa (20/5) waktu setempat, setidaknya delapan polisi juga tewas ketika para militan Taliban menggempur pos-pos pemeriksaan keamanan di provinsi Badakhshan, Afghanistan utara.
"Taliban menyerang dari pegunungan sekitar dengan roket-roket dan senjata kecil. Delapan polisi tewas setelah mereka kehabisan amunisi," tutur Farahi.
"Kami telah mengirimkan tambahan personel dan amunisi untuk membantu sekitar 40 polisi lainnya yang masih berada di distrik Yamgan," imbuhnya.
Wakil kepala kepolisian provinsi setempat, Abdul Qadir Sayad mengkonfirmasi serangan tersebut. Dikatakannya, 13 militan Taliban juga tewas dalam insiden itu.
(ita/ita)











































