Otoritas Amerika Serikat memutuskan untuk mengirimkan kapal perang tambahan ke wilayah Laut Hitam menjelang pemilu di Ukraina pada 25 Mei mendatang. Hal ini untuk menunjukkan keseriusan AS soal sanksi baru bagi Rusia, jika negara tersebut mengganggu jalannya pemilu di Ukraina.
Kapal perang AS yang dilengkapi dengan rudal jelajah akan disiagakan di wilayah Laut Hitam, dekat Ukraina. Demikian seperti disampaikan juru bicara Pentagon, Laksamana Muda John Kriby kepada wartawan dan dilansir AFP, Rabu (21/5/2014).
Kirby juga menyatakan, tidak ada tanda-tanda penarikan tentara Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Meskipun otoritas Ukraina sempat melaporkan tidak lagi melihat adanya aktivitas militer di perbatasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum melihat adanya aktivitas penarikan (tentara Rusia)," imbuhnya.
AS dan sekutunya telah berulang kali memperingatkan Rusia agar tidak mengganggu stabilitas Ukraina. Jika terbukti ada intervensi Rusia, maka AS akan kembali menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia, yang akan memperburuk sektor ekonomi negara tersebut.
Dalam kunjungannya ke Rumania, Wakil Presiden AS Joe Biden mendorong negara-negara Barat harus lebih tegas terhadap Rusia, jika negara itu kembali mencampuri wilayah Ukraina. "Harus tetap tegas dalam menerapkan dampak besar bagi Rusia," cetusnya.
Sejak pertengahan April lalu, Rusia memang menempatkan sekitar 40 ribu tentaranya di dekat perbatasan Ukraina, yang disebutnya tengah mengikuti latihan militer. Pada Selasa (20/5) kemarin, Rusia mengumumkan bahwa tentara di perbatasan telah menyelesaikan latihan dan akan ditarik mundur ke pangkalan masing-masing.
Hari ini, petugas penjaga perbatasan Ukraina menyatakan tidak melihat adanya aktivitas tentara Rusia sejauh 10 kilometer dari perbatasan wilayahnya. Namun negara Barat, termasuk AS, bersikeras belum ada bukti kuat soal penarikan tersebut.
(nvc/ita)











































