Militer Thailand Undang Kelompok Pro dan Antipemerintah untuk Berdialog

Militer Thailand Undang Kelompok Pro dan Antipemerintah untuk Berdialog

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2014 15:10 WIB
Militer Thailand Undang Kelompok Pro dan Antipemerintah untuk Berdialog
Reuters
Bangkok - Komandan militer Thailand mengundang pemimpin kedua kelompok politik serta partai yang berlawanan untuk berdialog mencari jalan keluar dari krisis politik. Anggota komisi pemilu serta para senator Thailand juga ikut diundang.

Setelah menetapkan darurat militer di seluruh wilayah Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha sengaja mengundang seluruh pihak untuk mendorong penyelesaian bagi situasi tak kondusif yang terjadi di negara tersebut. Dia menegaskan kembali bahwa darurat militer bukanlah upaya kudeta.

"Jenderal Prayuth menggelar pertemuan di Army Club dengan mengundang seluruh pihak untuk berdialog soal jalan keluar krisis yang melanda negara ini," wakil juru bicara militer, Winthai Suvaree kepada Reuters, Rabu (21/5/2014).

Jenderal Prayuth berulang kali menyatakan bahwa penetapan darurat militer dimaksudkan untuk mengembalikan ketertiban di dalam masyarakat. Pemerintah Thailand pun tetap memegang kendali, dan aktivitas warga serta bisnis tetap berjalan normal seperti biasa.

Dengan penetapan darurat militer, banyak tentara dikerahkan ke wilayah sipil untuk menjaga keamanan. Militer berusaha menjaga kedua belah pihak tetap berada di lokasi terpisah. Pada malam pertama pemberlakuan darurat militer, situasi di Bangkok dan sekitarnya cenderung kondusif tanpa ada masalah.

Demonstran antipemerintah mendesak penunjukan perdana menteri yang netral. Namun pemerintah menginginkan agar pemilu digelar untuk menentukan pemerintahan yang baru, terutama pasca Yingluck Shinawatra lengser.

Perdana Menteri interim Thailand Niwattumrong Boonsongpaisan mengusulkan agar pemilu digelar pada 3 Agustus mendatang. Atas usulan tersebut, komisi pemilu mengaku masih mempertimbangkan.

(nvc/ita)


Berita Terkait