Nigeria Minta PBB Jatuhkan Sanksi untuk Boko Haram

Nigeria Minta PBB Jatuhkan Sanksi untuk Boko Haram

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2014 10:33 WIB
Nigeria Minta PBB Jatuhkan Sanksi untuk Boko Haram
Ilustrasi (Reuters)
New York -

Pemerintah Nigeria meminta Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi bagi militan Boko Haram. PBB juga diminta untuk memasukkan Boko Haram ke dalam daftar organisasi teroris.

Nigeria mengajukan permohonan kepada komisi Dewan Keamanan PBB yang pernah menjatuhkan sanksi bagi kelompok-kelompok militan terkait jaringan Al-Qaeda. Demikian seperti disampaikan sejumlah diplomat PBB dan dilansir AFP dan Reuters, Rabu (21/5/2014).

Keputusan mengenai penjatuhan sanksi ini akan ditentukan pada Kamis (22/5). Jika dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB tidak ada yang mengajukan keberatan, maka sanksi akan ditetapkan terhadap Boko Haram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sanksi-sanksi yang akan diterapkan oleh komisi ini biasanya melibatkan pembekuan aset internasional, embargo senjata dan larangan bepergian.

Dalam suratnya kepada komisi Dewan Keamanan tersebut, misi Nigeria untuk PBB menyebut permohonan ini diajukan seiring semakin meningkatnya aktivitas Boko Haram, terutama di wilayah Nigeria bagian timur laut. Draf permohonan itu juga menyebut Boko Haram sebagai afiliasi Al-Qaeda dan jaringan Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM).

"Boko Haram memiliki hubungan dengan Organization of Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) untuk tujuan pelatihan dan dukungan material. Sebagai contoh, Boko Haram mendapat pengetahuan berharga untuk merakit peledak dari AQIM. Beberapa anggota Boko Haram bertempur untuk kelompok jaringan Al-Qaeda di Mali tahun 2012 dan 2013 sebelum kembali ke Nigeria dengan keahlian terorisme," demikian bunyi penggalan dokumen permohonan tersebut.

Para diplomat tidak mengharapkan adanya penolakan dari anggota Dewan Keamanan dalam penentuan sanksi bagi Boko Haram ini. Namun, jangka waktu tiga hari untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah masing-masing negara dirasa terlalu ketat bagi beberapa negara anggota.

"Sulit untuk menolak permohonan seperti itu oleh negara yang bersangkutan," ucap salah satu diplomat pada Dewan Keamanan PBB.

Boko Haram mengklaim bertanggung jawab atas penculikan lebih dari 200 siswi sekolah Nigeria pada pertengahan April lalu. Diyakini Boko Haram bertanggung jawab atas serangkaian aksi kekerasan yang menewaskan ribuan orang sejak 2009 lalu di Nigeria dan negara tetangganya.

(nvc/ita)


Berita Terkait