CEO Operator Tambang Turki yang Meledak Ikut Didakwa Pembunuhan

CEO Operator Tambang Turki yang Meledak Ikut Didakwa Pembunuhan

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2014 17:26 WIB
CEO Operator Tambang Turki yang Meledak Ikut Didakwa Pembunuhan
Reuters
Ankara -

Otoritas Turki mendakwa tiga orang lagi terkait ledakan tambang batubara di Soma yang menewaskan 301 orang. Salah satunya yakni CEO perusahaan pengelola tambang batubara tersebut, yang dijerat dakwaan pembunuhan.

CEO perusahaan Soma Komur, Can Gurkan, kemudian General Manager Soma Komur Ramazan Dogru dan seorang insinyur perusahaan tersebut merupakan tiga orang terbaru yang menghadapi dakwaan pembunuhan terkait tragedi ledakan tambang.

Demikian seperti dilaporkan televisi swasta setempat, NTV dan dilansir AFP, Selasa (20/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total kini sudah ada delapan pejabat dari perusahaan Soma Komur yang dijerat dakwaan pembunuhan oleh otoritas setempat. Nama Direktur Utama Operator Tambang Soma Komur, Akin Celik masuk dalam daftar yang didakwa pembunuhan tersebut.

Atas dakwaan tersebut, Gurkan serta pejabat lainnya pada perusahaan tersebut membantah bertanggung jawab atas insiden ledakan yang terjadi pekan lalu. Secara terpisah, Kementerian Tenaga Kerja Turki juga membantah adanya kelalaian dan menegaskan lokasi tambang batubara rutin diinspeksi setiap 6 bulan.

Namun surat kabar setempat, Milliyet yang mengklaim telah melihat laporan penyelidikan awal, menyebut bahwa ada sejumlah pelanggaran keselamatan di lokasi tambang tersebut. Termasuk kurangnya fasilitas pendeteksi karbon monoksida dan langit-langit yang terbuat dari kayu bukannya logam.

Menurut Organisasi Buruh Internasional, Turki memiliki angka tertinggi kecelakaan kerja yang berujung kematian sepanjang tahun 2012, di antara negara-negara Eropa. Dari tahun 2002 hingga tahun 2012, lebih dari 1.000 pekerja tambang di Turki tewas dalam kecelakaan kerja.

Operasi penyelamatan korban di lokasi ledakan di kota Soma telah diakhiri pada Sabtu (17/5) setelah dua jasad pekerja tambang yang terjebak di dalam berhasil dievakuasi keluar. Dengan demikian, total korban tewas dalam insiden ini mencapai 301 orang, yang semuanya pekerja tambang.

Sementara itu, jaksa setempat mengesampingkan dugaan masalah listrik sebagai pemicu kebakaran dan ledakan di dalam tambang. Hasil investigasi menyebut bahwa kebakaran yang berujung ledakan dipicu oleh pemanasan batubara setelah kena kontak dengan udara. Akibat kontak dengan udara ini, sejumlah besar karbon monoksida memenuhi bagian dalam tambang yang ada di bawah tanah ini. Banyak pekerja tambang yang tewas karena keracunan karbon monoksida.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads