Kirim Surat Beracun untuk Obama, Pria AS Dibui 25 Tahun

Kirim Surat Beracun untuk Obama, Pria AS Dibui 25 Tahun

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2014 15:43 WIB
Kirim Surat Beracun untuk Obama, Pria AS Dibui 25 Tahun
Ilustrasi
Mississippi -

Seorang pria di Mississippi, Amerika Serikat dijatuhi vonis 25 tahun penjara karena mengirimkan surat beracun. Aksi pria tersebut yang mengirimkan surat beracun kepada Presiden Barack Obama dan sejumlah pejabat AS lainnya, dianggap sebagai ancaman.

James Everett Dutschke (41) mengaku bersalah atas dakwaan pidana yang dijeratkan kepadanya pada Januari lalu. Dutschke dijerat dakwaan memproduksi dan memiliki risin dan mengirimkan surat yang mengandung risin, termasuk satu surat yang mengancam Obama.

Demikian seperti disampaikan Departemen Kehakiman AS dan dilansir AFP, Selasa (20/5/2014). Risin merupakan protein beracun yang bisa membunuh orang yang menghirup atau menelannya meski hanya sedikit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam persidangan terungkap bahwa Dutschke membeli biji jarak -- yang merupakan bahan dasar pembuatan risin -- dari internet, sebelum dia membeli peralatan untuk memproses dan memproduksi racun, seperti sarung tangan lateks, alat giling dan masker.

Menurut dokumen persidangan, Dutschke kemudian mengirimkan tiga surat yang di dalamnya mengandung risin kepada Obama, seorang senator AS dan seorang hakim pada pengadilan Mississippi. Surat yang ditujukan kepada Obama tidak pernah sampai pada tujuan karena dicegat di lokasi pemeriksaan surat setempat.

Dutschke ditangkap polisi pada April 2013 lalu. Kasus yang menjeratnya merupakan salah satu kasus yang menjalani persidangan terlama di Mississippi.

Sementara itu, kepolisian Mississippi sebelumnya menangkap seorang pria lainnya terkait surat beracun ini. Paul Kevin Curtis ditangkap karena dicurigai mengirimkan tiga surat mengandung risin tersebut. Namun pengacara Curtis menyatakan kliennya dijadikan kambing hitam dan Dutschke-lah yang bertanggung jawab atas surat beracun tersebut.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads