Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penarikan tentara di perbatasan Ukraina, otoritas Amerika Serikat menuntut bukti kuat bahwa hal tersebut memang dilakukan. Sebabnya, sejauh ini AS tidak melihat adanya tanda-tanda penarikan tentara tersebut.
Presiden Putin memerintahkan penarikan ribuan tentara Rusia yang dikerahkan dalam pelatihan militer di dekat perbatasan Ukraina. Menurut kantor Presiden Rusia, semua tentara di perbatasan ditarik kembali ke barak karena pelatihan militer telah selesai.
Namun seorang pejabat senior AS mencurigai bahwa pengerahan militer Rusia di perbatasan Ukraina tersebut sebenarnya bukan untuk pelatihan militer. "Mereka berada di perbatasan dengan postur yang mengancam," sebut pejabat yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, juru bicara Gedung Putih, Jay Carney juga menyampaikan penyataan serupa. "Belum ada bukti soal pergerakan tersebut (penarikan-red), yang juga telah menjadi kasus sebelumnya," ujar Carney.
"Kami akan tahu dan kami akan bisa mengkonfirmasikannya kepada Anda jika militer Rusia telah bergerak mundur," terangnya kepada wartawan.
Sebelumnya, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen juga mengatakan belum ada bukti bahwa tentara Rusia telah ditarik dari perbatasan.
(nvc/ita)











































