Sekelompok pria bersenjata melepas tembakan ke arah rombongan polisi Mesir di dekat Universitas Al-Azhar di Kairo. Penembakan ini menewaskan 3 polisi dan melukai 9 polisi lainnya.
Serangan ini terjadi selang beberapa hari sebelum pemilihan presiden digelar di Mesir pada 26-27 Mei mendatang. Serangan-serangan yang menargetkan polisi di Mesir semakin meningkat semenjak penggulingan Mohammed Morsi dari kursi presiden pada Juli 2013 lalu.
Kementerian Dalam Negeri Mesir seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2014), menyebutkan bahwa serangan terbaru terjadi di sela-sela unjuk rasa mendukung Morsi yang digelar oleh sejumlah mahasiswa Universitas Al-Azhar di Kairo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini terjadi selang sehari setelah dua polisi Mesir tewas ditembak oleh pria bersenjata di pusat kota Minya.
Ratusan polisi dan tentara Mesir tewas dalam serangkaian serangan dan aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok militan setempat. Otoritas Mesir tengah berusaha memerangi kelompok militan yang terus menebar ancaman di wilayahnya.
Pasca penggulingan Morsi dan pembubaran kelompok Ikhwanul Muslimin, polisi dan tentara Mesir menangkap ribuan orang pendukung organisasi tersebut, termasuk para pemimpinnya. Dalam operasi militer Mesir, ratusan pendukung Ikhwanul Muslimin tewas. Kiprah militer Mesir ini malah memancing kemunculan militan garis keras yang kian gencar melakukan serangan bom dan penembakan di wilayah Mesir.
(nvc/ita)











































