Tambang Letpadaung yang berlokasi di kota Monywa, Myanmar itu dioperasikan oleh perusahaan China, Wanbao.
Disampaikan Wanbao seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (19/5/2014), para aktivis menyekap kedua kontraktor China berumur 23 tahun tersebut. Mereka menuntut dihentikannya proyek tambang tersebut sepenuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wanbao dengan keras mengutuk serangan tak beralasan terhadap para kolega kami," demikian pernyataan Wanbao yang menyerukan pembebasan segera kedua orang tersebut.
Menurut Wanbao, para aktivis yang mengklaim berasal dari kelompok bernama "Student Network of Mandalay", telah menyampaikan sejumlah tuntutan dan ancaman pembunuhan.
Juru bicara Wanbao, Cao Densheng, mengkonfirmasi insiden penculikan tersebut.
"Kami mendesak keras agar kedua kolega kami dibebaskan segera," cetusnya seraya menambahkan bahwa pihak perusahaan Wanbao telah meminta bantuan otoritas di Divisi Sagaing.
Selama ini keberadaan tambang tersebut telah memicu serangkaian aksi protes dari para aktivis dan warga desa setempat.
(ita/ita)











































