301 Orang Tewas, 3 Pejabat Operator Tambang Turki Didakwa Pembunuhan

301 Orang Tewas, 3 Pejabat Operator Tambang Turki Didakwa Pembunuhan

- detikNews
Senin, 19 Mei 2014 11:07 WIB
301 Orang Tewas, 3 Pejabat Operator Tambang Turki Didakwa Pembunuhan
Korban tewas dievakuasi (Reuters)
Ankara - Penyelidikan atas ledakan di tambang batubara Turki berujung pada penangkapan 25 orang yang diduga kuat bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sebanyak 3 orang di antaranya telah dijerat dakwaan pembunuhan oleh jaksa setempat.

Operasi penyelamatan korban di lokasi ledakan di kota Soma/ telah diakhiri pada Sabtu (17/5) setelah dua jasad pekerja tambang yang terjebak di dalam berhasil dievakuasi keluar. Dengan demikian, total korban tewas dalam insiden ini mencapai 301 orang.

Seperti dilansir AFP, Senin (19/5/2014), jaksa setempat mengesampingkan dugaan adanya masalah listrik di lokasi tambang sebagai pemicu kebakaran dan ledakan. Hasil investigasi awal menyebut bahwa kebakaran yang kemudian berujung ledakan tersebut dipicu oleh batubara yang memanas setelah kena kontak dengan udara. Akibat kontak dengan udara ini, sejumlah besar karbon monoksida memenuhi bagian dalam tambang yang ada di bawah tanah ini.

"Sebanyak 25 orang telah ditangkap, termasuk kepala perusahaan dan tiga orang di antaranya telah didakwa dengan tindakan pembunuhan sembrono," terang jaksa Bekir Sahiner.

Dari 25 orang yang ditangkap, sebanyak 6 orang telah dilepaskan namun tidak menutup kemungkinan mereka akan diadili nantinya. Sedangkan sisanya yang masih ditahan dilaporkan tengah diinterogasi aparat setempat.

Secara terpisah, kantor berita Dogan melaporkan bahwa tiga orang yang dijerat dakwaan pembunuhan tersebut merupakan Direktur Utama Operator Tambang Soma Komur, Akin Celik dan dua insinyur pertambangan mereka.

Sebelumnya pihak perusahaan Soma Komur telah membantah adanya kelalaian dalam insiden tersebut. "Kami semua bekerja sangat keras. Saya tidak pernah melihat insiden seperti ini dalam 20 tahun terakhir," terang Celik.

Secara terpisah, Kementerian Tenaga Kerja Turki juga membantah adanya kelalaian dalam insiden ini. Pihak kementerian menegaskan bahwa lokasi tambang batubara tersebut rutin diinspeksi setiap 6 bulan.

Namun surat kabar setempat, Milliyet yang mengklaim telah melihat laporan penyelidikan awal, menyebut bahwa ada sejumlah pelanggaran keselamatan di lokasi tambang tersebut, termasuk kurangnya fasilitas pendeteksi karbon monoksida dan langit-langit yang terbuat dari kayu bukannya logam.

(nvc/ita)


Berita Terkait