Berlinang Air Mata, Presiden Korsel Kembali Minta Maaf Atas Tragedi Sewol

Berlinang Air Mata, Presiden Korsel Kembali Minta Maaf Atas Tragedi Sewol

- detikNews
Senin, 19 Mei 2014 09:57 WIB
Berlinang Air Mata, Presiden Korsel Kembali Minta Maaf Atas Tragedi Sewol
Presiden Korsel meneteskan air mata (Reuters)
Seoul -

Hingga kini, sebanyak 18 penumpang kapal feri Korea Selatan masih dinyatakan hilang dan upaya pencarian terus dilanjutkan. Sambil meneteskan air mata, Presiden Park Geun Hye sekali lagi meminta maaf kepada keluarga korban serta publik Korsel.

"Sebagai seorang presiden yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan rakyatnya, saya secara tulus meminta maaf kepada mereka yang mengalami penderitaan," ujar Presiden Park saat memberikan pernyataan resmi kepada publik yang disiarkan televisi setempat, seperti dilansir CNN dan AFP, Senin (19/5/2014).

"Tanggung jawab akhir karena tidak mampu merespons dengan baik, terletak pada saya," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permohonan maaf ini disampaikan Presiden Park sambil meneteskan air mata. Bahkan presiden wanita pertama Korsel ini sempat membungkukkan badannya ke arah kamera sebanyak dua kali, sebagai bentuk permohonan maafnya kepada publik.

Presiden Park sebelumnya pernah menyampaikan permohonan maaf terkait tragedi feri Sewol ini. Namun pernyataan yang disampaikannya pada Senin (19/5) ini merupakan yang pertama kalinya disampaikan secara langsung kepada publik.

Tragedi feri Sewol yang tenggelam saat tengah berlayar ke Pulau Jeju pada 16 April lalu menewaskan 286 orang. Sebanyak 18 orang lainnya masih belum ditemukan keberadaannya. Yang memilukan hati publik, sebagian besar korban tewas merupakan anak-anak sekolah dari SMA Danwon yang hendak berwisata ke Pulau Jeju.

"Sebagai seorang presiden, saya merasakan kesedihan karena tidak mampu melindungi mereka saat melakukan perjalanan keluarga," tuturnya.

Dalam pernyataannya selama 30 menit, suara Presiden Park dipenuhi dengan emosi. Tampak air mata terus menetes di pipinya ketika dia memberikan apresiasi terhadap aksi heroik yang dilakukan beberapa orang yang tewas saat menolong penumpang.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini