Salah satu pria yang ditangkap (36) mengenal korban yang merupakan ibu dua anak bernama Fatima Perez (41). Korban dilaporkan hilang sejak Senin (12/5) malam di Camden, New Jersey.
Menurut kepolisian Camden, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/5/2014), kasus ini berawal ketika korban pergi keluar pada Senin (12/5) untuk membeli sebuah mobil seharga US$ 8 ribu (Rp 91 juta) yang dibayar tunai. Salah satu pelaku, Carlos Alicea-Antonetti sepakat untuk mengantarkannya ke lokasi pembelian mobil tersebut.
Di tengah perjalanan, korban dan pelaku terlibat adu argumen hingga akhirnya korban terjatuh dari mobil. Namun korban kembali masuk ke dalam mobil dan perjalanan dilanjutkan. Pelaku sempat menjemput salah satu pegawainya, Ramon Ortiz (57), yang merupakan pelaku lainnya.
Setelah itu, kronologi kejadian yang disampaikan kedua pelaku kepada polisi sedikit berbeda. Namun keduanya sama-sama mengakui bahwa korban memang dikubur hidup-hidup. Lokasi penguburan berada di sebuah hutan yang ada di wilayah Camden bagian selatan dan digali oleh Ortiz.
Kepada polisi, keduanya mengakui mengikat dan menyekap mulut serta mata korban dengan pita perekat, kemudian menyeret korban keluar dari mobil. Setelah itu, korban dikubur hidup-hidup. Motif penguburan hidup-hidup ini sendiri tidak dijelaskan.
Namun Ortiz menunjukkan lokasi penguburan korban kepada polisi, pada Rabu (14/5). Polisi menemukan korban telah tak bernyawa dan hasil autopsi menunjukkan bahwa korban tewas akibat kehabisan napas.
Dua pelaku ditangkap dan dijerat dakwaan pembunuhan dan akan segera menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan keji mereka. Wilayah Camden yang memiliki 77 ribu penduduk, dikenal sebagai salah satu kota yang paling miskin dan paling marak dengan kekerasan di AS.
(nvc/rmd)











































