Seperti dilansir reuters, Sabtu (16/5/2014), media lokal setempat memberitakan bahwa seorang wanita bernama Charity Johnson memasuki sekolah tersebut sebagai murid tingkat dua di New Life Christian School yang berada di Longview. Selain menyamar menjadi remaja, Johnson juga merubah namanya menjadi Charite Stevens yang berumur 15 tahun.
Dalam penyamarannya, Johnson mengatakan kepada pihak sekolah kalau sebelumnya dia menempuh pendidikan di rumah (home schooling) dan tidak memiliki transkrip nilai akademik.
Tamica Lincoln, warga yang tinggal di sekitar sekolah mengatakan bahwa dia membawa Johnson ke rumahnya setelah wanita tersebut mengaku sebagai remaja yatim piatu dari keluarga yang ringan tangan. Merasa simpati dengan kondisi Johnson, dia pun mendaftarkan wanita tersebut ke sekolah.
"Saya memperlakukannya selayaknya remaja. Menyisir rambut, serta membelikannya pakaian serta sepatu," jelas Lincoln.
Namun setelah beberapa lama, Lincoln mulai meragukan cerita Johnson dan mulai menghubungi polisi. Johnson akhirnya ditangkap pada Minggu (11/5) setelah mengakui nama aslinya di hadapan petugas. Johnson didakwa karena memalsukan keterangan serta memberikan keterangan palsu.
(rni/rmd)











































