"Tidak ada kelalaian dari pihak kami. Kami semua telah bekerja sangat keras. Saya tidak melihat adanya insiden seperti ini dalam 20 tahun terakhir," ucap Direktur Utama Tambang Soma Komur, Akin Celik kepada wartawan setempat dan dilansir AFP, Jumat (16/5/2014).
Pasca insiden ini terjadi, muncul kesaksian sejumlah pihak yang menyebut pengamanan di lokasi tambang tersebut tidak layak. Dalam unjuk rasanya, gabungan serikat pekerja terbesar di Turki juga menyebut bahwa nyawa para pekerja tambang terancam keselamatannya demi menekan biaya produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun secara terpisah, General Manager Soma Komur, Ramazan Dogru membantah informasi yang beredar bahwa kebakaran dipicu oleh transformator listrik yang rusak. Menurut Dogru, kebakaran dipicu oleh ledakan serbuk batubara yang ada di dalam lokasi tambang bawah tanah.
Sementara itu, Menteri Energi Turki Taner Yildiz menyebutkan, maksimum 18 pekerja tambang diyakini masih terjebak di dalam bawah tanah. Tidak diketahui pasti apakah pekerja tambang yang terjebak tersebut masih hidup.
"Maksimum ada 18 pekerja yang masih di dalam. Kami memperkirakan korban tewas sekitar 301 atau 302 orang," sebutnya kepada wartawan setempat.
Sedangkan Celik menuturkan dalam pernyataan bahwa ada total 787 orang di dalam tambang bawah tanah ketika kebakaran yang diikuti ledakan terjadi pada Selasa (12/5) tengah malam. Meurut Celik, ada 363 orang yang dievakuasi keluar, 122 orang yang dirawat di rumah sakit.
Celik menyatakan, jumlah korban tewas hingga saat ini dikonfirmasi mencapai 284 orang.
(nvc/nwk)











































