"Menyelesaikan krisis ini, menjadi salah satu prioritas tertinggi pemerintah AS sekarang," ucap Deputi Asisten Sekretaris Urusan Afrika pada Departemen Luar Negeri AS, Robert Jackson kepada para Senator AS, seperti dilansir AFP, Jumat (16/5/2014).
"(AS) Mendorong Nigeria untuk mereformasi pendekatannya terhadap Boko Haram," imbuh Jackson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah menghubungi Presiden Jonathan (Presiden Nigeria-red) untuk memintanya menunjukkan kepemimpinan yang diharapkan oleh rakyatnya," jelas Menendez.
Sedangkan Pentagon mengkritisi Nigeria karena gagal bereaksi cepat dalam mencegah berkembangnya Boko Haram, yang diyakini bertanggung jawab atas kematian ribuan orang di Nigeria semenjak tahun 2009 lalu. Pentagon menyebut Nigeria kerap menolak kerjasama keamanan dengan negara-negara Barat untuk memerangi Boko Haram.
Kami tidak dapat mengabaikan bahwa Nigeria bisa menjadi mitra yang sangat menantang untuk diajak bekerja sama," tutur Direktur Urusan Afrika pada Departemen Pertahanan AS, Alice Friend.
"Dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih, pasukan keamanan Nigeria cenderung lamban untuk beradaptasi dengan strategi dan taktik yang baru," imbuhnya.
Militan Boko Haram menculik 276 siswi sekolah di Chibok, bulan lalu. Puluhan siswi berhasil menyelamatkan diri, namun sekitar 223 siswi masih disandera oleh Boko Haram. Militer Nigeria telah dikerahkan untuk mencari keberadaan anak-anak sekolah, namun hasilnya nihil. Kini, sejumlah negara Barat termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis telah mengirimkan tim ahli maupun mengerahkan aset militer dan intelijen mereka untuk membantu Nigeria.
(nvc/nwk)










































