Pejabat AS Kritik Respon Lamban Nigeria Tangani Boko Haram

Pejabat AS Kritik Respon Lamban Nigeria Tangani Boko Haram

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2014 14:31 WIB
Pejabat AS Kritik Respon Lamban Nigeria Tangani Boko Haram
Reuters
Washington - Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengkritik respon pemerintah Nigeria yang lamban dalam menangani penculikan lebih dari 200 siswi sekolah oleh Boko Haram. Namun mereka menegaskan, penyelesaian krisis penculikan ini menjadi prioritas utama pemerintah AS saat ini.

"Menyelesaikan krisis ini, menjadi salah satu prioritas tertinggi pemerintah AS sekarang," ucap Deputi Asisten Sekretaris Urusan Afrika pada Departemen Luar Negeri AS, Robert Jackson kepada para Senator AS, seperti dilansir AFP, Jumat (16/5/2014).

"(AS) Mendorong Nigeria untuk mereformasi pendekatannya terhadap Boko Haram," imbuh Jackson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya Jackson, sejumlah Senator dan juga pejabat Pentagon juga mengkritisi pendekatan pemerintah Nigeria dalam menangani krisis penculikan ini. "Tragis dan terlalu lamban," ujar Senator AS dari Partai Demokrat, Robert Menendez yang juga Komisi Senat Urusan Luar Negeri.

"Saya sudah menghubungi Presiden Jonathan (Presiden Nigeria-red) untuk memintanya menunjukkan kepemimpinan yang diharapkan oleh rakyatnya," jelas Menendez.

Sedangkan Pentagon mengkritisi Nigeria karena gagal bereaksi cepat dalam mencegah berkembangnya Boko Haram, yang diyakini bertanggung jawab atas kematian ribuan orang di Nigeria semenjak tahun 2009 lalu. Pentagon menyebut Nigeria kerap menolak kerjasama keamanan dengan negara-negara Barat untuk memerangi Boko Haram.

Kami tidak dapat mengabaikan bahwa Nigeria bisa menjadi mitra yang sangat menantang untuk diajak bekerja sama," tutur Direktur Urusan Afrika pada Departemen Pertahanan AS, Alice Friend.

"Dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih, pasukan keamanan Nigeria cenderung lamban untuk beradaptasi dengan strategi dan taktik yang baru," imbuhnya.

Militan Boko Haram menculik 276 siswi sekolah di Chibok, bulan lalu. Puluhan siswi berhasil menyelamatkan diri, namun sekitar 223 siswi masih disandera oleh Boko Haram. Militer Nigeria telah dikerahkan untuk mencari keberadaan anak-anak sekolah, namun hasilnya nihil. Kini, sejumlah negara Barat termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis telah mengirimkan tim ahli maupun mengerahkan aset militer dan intelijen mereka untuk membantu Nigeria.

(nvc/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini