Lebih dari 20 Orang Tewas dalam Aksi Protes anti-China di Vietnam

Lebih dari 20 Orang Tewas dalam Aksi Protes anti-China di Vietnam

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2014 17:44 WIB
Lebih dari 20 Orang Tewas dalam Aksi Protes anti-China di Vietnam
Motor yang dirusak massa di Vietnam (Reuters)
Hanoi - Aksi protes rasa anti-China yang berlangsung di kawasan industri Vietnam memakan korban jiwa. Dilaporkan lebih dari 20 orang tewas dalam aksi protes yang berujung bentrok antara pekerja asal Vietnam dengan pekerja asal China yang diwarnai aksi pembakaran tersebut.

Seorang dokter yang bertugas di rumah sakit di Provinsi Ha Tinh yang menangani korban kerusuhan tersebut, menuturkan lima pekerja asal Vietnam dan 16 orang lainnya yang disebut sebagai pekerja asal China, tewas dalam kerusuhan yang terjadi pada Rabu (14/5) malam.

"Ada sekitar ratusan orang yang dibawa ke rumah sakit semalam. Sebagian besar merupakan warga China. Lebih banyak lagi orang yang dibawa ke rumah sakit, pagi ini," tutur dokter yang enggan disebut namanya tersebut kepada Reuters via telepon, Kamis (15/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedikit berbeda dengan keterangan dokter tersebut, media setempat hanya melaporkan satu orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut kewarganegaraan korban tewas tersebut.

Formosa Plastics Group, yang merupakan investor asal Taiwan terbesar di Vietnam menuturkan bawha pabrik baja miliknya di kawasan Ha Tinh dibakar setelah bentrokan terjadi antara pekerja asal Vietnam dengan pekerja asal China. Dalam pernyataannya di Taiwan, perusahaan ini menyebutkan satu pekerja asal China tewas dan 90 orang lainnya luka-luka.

Protes ini terjadi di kawasan industri yang ada di wilayah Vietnam bagian selatan setelah muncul protes terhadap China karena menempatkan sebuah alat pengeboran sebagai bagian dari rencana pendirian kilang minyak di wilayah yang berjarak 120 mil laut dari pesisir Vietnam.

Wilayah yang dekat dengan Kepulauan Paracel masih menjadi sengketa China dan Vietnam. Tindakan China memicu protes dari pemerintah Vietnam, yang meminta agar alat pengeboran tersebut segera ditarik kembali.

Sebagai pelampiasan kemarahan, ribuan warga Vietnam membakar ratusan pabrik asing dan menyerbu kawasan industri yang ada di Provinsi Binh Duong dan Dong Nai pada Selasa (12/5). Aksi pembakarn ini berlanjut hingga Rabu (13/5) kemarin.

Dampak dari kerusuhan ini, sekitar 600-an warga China yang bekerja di kawasan tersebut melarikan diri ke luar negeri. Sebagian besar melarikan diri via darat ke Kamboja dan beberapa lainnya menggunakan pesawat terbang.

Lebih dari 40 polisi mengalami luka-luka ketika mengamankan kerusuhan tersebut. Sedangkan 600 orang lainnya ditangkap karena menjarah dan menghasut massa untuk melakukan kerusuhan.

(nvc/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini