Korban Tewas Ledakan Tambang Batubara di Turki Jadi 201 Orang

Korban Tewas Ledakan Tambang Batubara di Turki Jadi 201 Orang

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2014 11:28 WIB
Korban Tewas Ledakan Tambang Batubara di Turki Jadi 201 Orang
Pekerja tambang yang selamat memeluk keluarganya (Reuters)
Ankara - Korban tewas dalam insiden ledakan di tambang batubara di Turki bertambah menjadi 201 orang. Sedangkan ratusan pekerja tambang lainnya masih terjebak di dalam tambang bawah tanah tersebut.

"Kami menghawatirkan jumlah korban tewas akan terus bertambah karena mereka yang datang untuk membantu mungkin menjadi korban luka dan terkena dampak asap. Seiring berjalannya waktu, kami sangat cepat menuju kepada hasil yang kurang baik," ujar Menteri Energi Turki, Taner Yildiz seperti dilansir AFP, Rabu (14/5/2014).

Insiden ledakan ini terjadi di wilayah Manisa pada Selasa (13/5) tengah malam dan disebutkan ada total 787 pekerja tambang yang terjebak di bawah tanah. Operasi penyelamatan dilakukan sepanjang malam, namun ratusan orang dilaporkan masih terjebak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jumlah yang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, sekitar 80 orang mengalami luka-luka dengan 4 orang di antaranya mengalami luka cukup serius. Penyebab ledakan diyakini dipicu oleh transformator listrik yang rusak.

Ada sejumlah jalan keluar darurat di area tambang tersebut, salah satunya berhasil dibuka sehingga tim penyelamat mampu menjangkau pekerja tambang yang terjebak. Namun sayangnya, ada jalan keluar darurat yang tidak bisa dibuka dan banyak pekerja tambang yang masih terjebak di dalam.

Yildiz menuturkan, ada sekitar 400 orang yang tergabung dalam tim penyelamat. Penyebab utama kematian korban, lanjut Yildiz, ialah keracunan karbon monoksida dan karbon dioksida.

"Waktu tidak berpihak pada kami. Kami harus mengeluarkan mereka. Kami bisa berada dalam situasi genting," ucapnya.

Para pekerja tambang yang terjebak di bawah tanah diyakini mengenakan masker gas, namun tidak diketahui pasti mereka akan bertahan. Sebagai antisipasi, tim penyelamat memasukkan selang oksigen ke dalam tambang bawah tanah agar para pekerja yang masih hidup dan terluka bisa tetap mendapat suplai oksigen.

Akibat peristiwa ini, PM Turki Recep Tayyip Erdogan membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Albania, AS. Agendanya diganti dengan memantau langsung upaya penyelamatan di lokasi kejadian. Saat berbicara di Ankara, Erdogan menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada keluarga korban tewas.

"Beberapa pekerja berhasil diselamatkan dan saya harap kita mampu menyelamatkan yang lain," kata Erdogan.

Sementara di lokasi kejadian, para keluarga penambang berkumpul dan meneriakkan nama kerabat mereka. Suasana haru dan menyedihkan tampak di lokasi tersebut.

(nvc/nwk)


Berita Terkait