"Seluruh anak perempuan di dalam video tersebut diidentifikasi sebagai murid dari Government Girls Secondary School di Chibok," terang Gubernur Borno, Kashim Shettima, seperti dilansir AFP, Rabu (14/5/2014).
Shettima menyampaikan hal tersebut saat berbicara kepada para demonstran yang menggelar aksi di luar kediamannya di Abuja. Demonstran menuntut pembebasan anak-anak yang diculik Boko Haram.
Gubernur Shettima sengaja mengumpulkan orangtua dan keluarga anak-anak yang diculik tersebut di Maiduguri, Borno, untuk menonton video yang dirilis Boko Haram. Tidak sedikit orangtua yang mengenali putrinya di dalam video tersebut.
"Saya bersyukur saya bisa melihat anak perempuan saya... dalam video tersebut," tutur salah satu orangtua, Lawan Zannah, kepada AFP di lokasi pemutaran video Boko Haram.
"Mereka memang anak-anak kami yang diculik sebulan lalu," imbuhnya.
Shettima mejelaskan bahwa kepala sekolah dan guru dari Government Girls Secondary School juga ikut menyaksikan video tersebut. Namun untuk sementara, baru 36 anak yang bisa diidentifikasi namanya.
Sedangkan sisanya meski belum diidentifikasi namanya, namun dipastikan dan dikenali sebagai murid dari Chibok. "Anak-anak perempuan itu adalah anak-anak saya sendiri. Saya trauma," tandas Shettima.
Dalam video yang dirilis pada Senin (12/5), pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menyatakan sebanyak 223 anak perempuan yang disandera olehnya akan dilepaskan jika Nigeria mau membebaskan anggota Boko Haram yang kini ditahan. Atas syarat tersebut, Menteri Dalam Negeria menolak mentah-mentah. Namun pada Selasa (13/5), otoritas Nigeria sedikit 'melunak' dengan menyatakan diri siap berdialog dengan Boko Haram, khususnya membahas pembebasan anak-anak sekolah tersebut.
(nvc/nrl)











































