ABG di AS Tembak Mati Ayahnya, Tutupi Kematian Selama Berhari-hari

ABG di AS Tembak Mati Ayahnya, Tutupi Kematian Selama Berhari-hari

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2014 18:00 WIB
ABG di AS Tembak Mati Ayahnya, Tutupi Kematian Selama Berhari-hari
Ilustrasi
Colorado - Bocah laki-laki di Colorado, Amerika Serikat diadili karena menembak ayahnya hingga tewas. Bocah berusia 13 tahun sengaja menutupinya dengan meminta izin sakit dari kantor sang ayah.

Kai Kelly ditangkap pekan lalu dan dijerat dakwaan pembunuhan oleh otoritas setempat. Sang ayah, Joseph Kelly ditemukan tewas di dalam rumahnya yang ada di kota pegunungan Gypsum, yang berjarak 170 kilometer dari Denver. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (13/5/2014).

Juru bicara kantor jaksa distrik Eagle County, Jill Sarmo menuturkan, Kai telah menunjuk seorang pengacara untuk membela dan akan segera diadili dalam waktu dekat. Menurut Sarmo, jaksa belum menentukan apakah akan mengadilinya sebagai warga dewasa atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini terbongkar setelah atasan Joseph di kantor curiga karena Kai terus menghubungi kantor ayahnya selama beberapa hari berturut-turut untuk memberitahu bahwa ayahnya sakit dan tidak bisa masuk kerja. Atasan Joseph kemudian melaporkan kecurigaannya ke polisi.

Ketika polisi tiba di rumah korban, Kai memberitahu bahwa ayahnya yang berusia 50 sudah meninggal dan jasadnya ada di dalam rumah. Koroner Eagle County, Kara Bettis menjelaskan, korban tewas akibat dua luka tembakan yang ada di bagian kepalanya.

"Satu tembakan mengenai bagian belakang kepala dan satu tembakan lainnya mengenai bagian pelipis," terang Bettis kepada wartawan. Hasil pemeriksaan menunjukkan senapan kaliber 22 mm merupakan senjata yang ditembakkan ke arah korban.

Bettis menambahkan, dilihat dari kondisi jasad korban yang telah membusuk, diperkirakan korban sudah tewas selama 6 hari sebelum ditemukan.

Sementara itu, otoritas setempat belum mengungkapkan dugaan motif Kai saat menghabisi nyawa ayahnya sendiri. Namun disebutkan bahwa Kai tengah menjadi objek penyelidikan karena kasus coretan graffiti, namun ayahnya belum menemui polisi setempat untuk membahas soal kasus tersebut.

Kedua orangtua Kai diketahui telah bercerai, namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal keberadaan ibunda Kai.

(nvc/nwk)


Berita Terkait