Dalam foto yang beredar, tampak bayi laki-laki yang sedang terbaring di ranjang dengan tertutup matanya, namun mulutnya ditutup dengan pita perekat. Foto tersebut menuai kemarahan publik setelah beredar luas di Facebook, Twitter dan media sosial lainnya.
Cebu Puericulture Centre and Maternity House, semacam pusat perawatan bayi dan rumah bersalin di kota Cebu menyampaikan kepada AFP, Selasa (13/5/2014), pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas pengaduan pasangan Ryan Noval dan Jasmine Badocdoc, yang menemukan bayi laki-laki mereka yang baru berusia lima hari berada di ruang bayi dengan kondisi mulut ditutup pita perekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melapor ke pihak rumah sakit, Noval juga menuliskan kisah mengerikan yang menimpa bayinya ini di akun Facebook miliknya. "Ini putra saya, Yohannes Noval," tulisnya di Facebook.
"Dia belum bisa bercerita soal pengalaman mengerikannya... jadi kami yang harus berbicara untuknya," imbuh Noval.
Postingan tanggal 9 Mei yang menunjukkan foto bayi Yohannes dengan pita perekat panjang yang menutup mulut hingga pipinya, telah beredar luas secara online. Foto tersebut memicu kemarahan publik dan komentar tajam, terutama dari kalangan pengguna media sosial.
"Semoga perawat bodoh itu masuk penjara, dia memasang pita perekat di mulut si bayi," tulis salah satu pengguna Twitter yang menyebut dirinya Mellany Monroy.
"Mereka perlu melihat ini agar hal seperti ini tidak terjadi lagi, betapa mengerikan! Saya tidak tahu bagaimana hukum yang berlaku di sana, tapi tuntut, protes!" tulis seorang pengguna Facebook, Nicole Vessell pada halaman Facebook milik Noval.
(nvc/ita)











































