Mulut Bayi Ditutup Pita Perekat di Rumah Sakit Filipina, Publik Marah

Mulut Bayi Ditutup Pita Perekat di Rumah Sakit Filipina, Publik Marah

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2014 16:53 WIB
Mulut Bayi Ditutup Pita Perekat di Rumah Sakit Filipina, Publik Marah
Ilustrasi
Manila - Sebuah rumah sakit di Filipina melakukan penyelidikan setelah foto seorang bayi yang baru lahir yang disumbat mulutnya dengan pita perekat beredar luas di internet. Parahnya, ayah sang bayi mengklaim seorang perawat memberitahunya: "Bayi Anda terlalu berisik."

Dalam foto yang beredar, tampak bayi laki-laki yang sedang terbaring di ranjang dengan tertutup matanya, namun mulutnya ditutup dengan pita perekat. Foto tersebut menuai kemarahan publik setelah beredar luas di Facebook, Twitter dan media sosial lainnya.

Cebu Puericulture Centre and Maternity House, semacam pusat perawatan bayi dan rumah bersalin di kota Cebu menyampaikan kepada AFP, Selasa (13/5/2014), pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas pengaduan pasangan Ryan Noval dan Jasmine Badocdoc, yang menemukan bayi laki-laki mereka yang baru berusia lima hari berada di ruang bayi dengan kondisi mulut ditutup pita perekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengaduannya, Noval menyebut pernyataan salah satu perawat yang sangat tidak sopan. "Bayi Anda terlalu berisik jadi saya memasangnya di mulutnya," tulis Noval mengutip pernyataan salah satu perawat di rumah sakit tersebut.

Selain melapor ke pihak rumah sakit, Noval juga menuliskan kisah mengerikan yang menimpa bayinya ini di akun Facebook miliknya. "Ini putra saya, Yohannes Noval," tulisnya di Facebook.

"Dia belum bisa bercerita soal pengalaman mengerikannya... jadi kami yang harus berbicara untuknya," imbuh Noval.

Postingan tanggal 9 Mei yang menunjukkan foto bayi Yohannes dengan pita perekat panjang yang menutup mulut hingga pipinya, telah beredar luas secara online. Foto tersebut memicu kemarahan publik dan komentar tajam, terutama dari kalangan pengguna media sosial.

"Semoga perawat bodoh itu masuk penjara, dia memasang pita perekat di mulut si bayi," tulis salah satu pengguna Twitter yang menyebut dirinya Mellany Monroy.

"Mereka perlu melihat ini agar hal seperti ini tidak terjadi lagi, betapa mengerikan! Saya tidak tahu bagaimana hukum yang berlaku di sana, tapi tuntut, protes!" tulis seorang pengguna Facebook, Nicole Vessell pada halaman Facebook milik Noval.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads