Menteri Dalam Negeri Nigeria Abba Moro menyatakan seperti dilansir BBC, Selasa (13/5/2014), Boko Haram tidak dalam posisi moral untuk menyampaikan tawaran pertukaran tersebut.
"Sejauh yang menjadi keprihatinan pemerintah, opsi pertukaran warga tak bersalah dengan orang-orang yang telah mengangkat senjata melawan negara... tak masuk pilihan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video berdurasi 27 menit yang didapatkan oleh AFP, Senin (12/5/2014), pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menyampaikan penjelasan bahwa anak-anak perempuan tersebut telah menjadi mualaf. Dia kemudian menunjukkan video anak-anak perempuan yang mengenakan jilbab di lokasi yang dirahasiakan.
Shekau berbicara selama 17 menit yang terlihat berada di lokasi berbeda dengan anak-anak perempuan tersebut. Berbicara dalam bahasa Hausa dan bahasa Arab, Shekau kembali mengklaim bahwa Boko Haram bertanggung jawab atas penculikan lebih dari 200 pelajar putri dari sebuah sekolah khusus putri di Chibok, Borno, yang merupakan komunitas warga penganut Kristen.
(ita/ita)










































