AS Kerahkan Pesawat Tak Berawak Cari Pelajar Nigeria Diculik Boko Haram

AS Kerahkan Pesawat Tak Berawak Cari Pelajar Nigeria Diculik Boko Haram

- detikNews
Selasa, 13 Mei 2014 09:30 WIB
AS Kerahkan Pesawat Tak Berawak Cari Pelajar Nigeria Diculik Boko Haram
Anak-anak yang diculik dalam video Boko Haram (AFP)
Washington - Otoritas Amerika Serikat mengerahkan misi pesawat tak berawak di wilayah Nigeria untuk melacak keberadaan ratusan pelajar sekolah yang diculik Boko Haram. AS juga menganalisis video terbaru yang dirilis oleh Boko Haram untuk mencari petunjuk.

"Kami telah membagi citra satelit komersial dengan otoritas Nigeria dan kami juga menerbangkan aset ISR (intelligence, surveillance and reconnaissance) tak berawak di atas wilayah Nigeria dengan izin dari pemerintah setempat," terang seorang pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Selasa (13/5/2014).

Tidak disebutkan lebih lanjut pesawat tak berawak jenis apa yang dikerahkan oleh AS dan dari mana pesawat tak berawak tersebut dikerahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya dijelaskan bahwa video terbaru yang dirilis oleh Boko Haram kini tengah dipelajari dan dianalisis oleh para ahli dari AS, dengan harapan bisa ditemukan petunjuk penting soal lokasi anak-anak yang diculik.

"Ahli intelijen kami tengah menyisir setiap rincian dari video tersebut untuk mencari petunjuk yang mungkin bisa membantu upaya pencarian anak-anak perempuan tersebut yang terus berlangsung," terang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.

"Kami tidak memiliki alasan untuk mempertanyakan keaslian video tersebut," imbuhnya.

Dalam video yang dirilis Senin (12/5) kemarin, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menunjukkan sekitar 130 anak perempuan yang mereka culik. Dalam pidatonya, Shekau menegaskan bahwa anak-anak tersebut akan dibebaskan jika pemerintah Nigeria mau membebaskan seluruh anggota Boko Haram yang kini ditahan.

Namun syarat tersebut telah ditolak oleh pemerintah Nigeria. Psaki sendiri menyatakan, kebijakan AS juga tidak menghendaki pelaku penculikan mendapat keuntungan dari tindak kriminal mereka, termasuk adanya uang tebusan.

Sementara itu, satu tim yang terdiri atas 30 orang ahli tiba di Nigeria, sejak pekan lalu. Mereka bertugas untuk membantu otoritas Nigeria dalam pencarian ratusan anak perempuan berusia 16-18 tahun yang diculik Boko Haram sejak 14 April lalu.

Gedung Putih menyebutkan, tim tersebut termasuk lima pejabat Departemen Luar Negeri AS, dua ahli komunikasi strategis, seorang ahli keamanan sipil, seorang ahli medis, 10 ahli perencana dari Departemen Pertahanan AS, kemudian 7 penasihat militer dari US Africa Command dan 3 agen FBI berpengalaman. Psaki menekankan, otoritas Nigeria tetap memimpin dalam investigasi yang berlangsung.

(nvc/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads