Potongan kecil irridium-192 yang digunakan untuk mencari cacat dalam potongan logam metal, menghilang secara misterius pada Rabu (7/5) lalu. Insiden tersebut terjadi di sebuah lokasi proyek konstruksi di kota Nanjing, China.
Media setempat, China Daily seperti dilansir Reuters, Senin (12/5/2014) melaporkan, bahan radioaktif tersebut telah berhasil ditemukan pada Sabtu (10/5) sore waktu setempat.
Bahan radioaktif itu ditemukan di semak-semak yang lokasinya berjarak 1 kilometer dari lokasi proyek konstruksi tersebut. Benda berbahaya tersebut ditemukan terbungkus tas plastik yang diletakkan di dalam kontainer.
Kepolisian setempat telah menahan empat orang yang diduga bertanggung jawab atas hilangnya bahan radioaktif ini. Tidak disebutkan lebih lanjut identitas keempat pria tersebut.
Tidak ada laporan korban luka atau sakit akibat insiden ini.
Namun surat kabar setempat melaporkan bahwa otoritas Nanjing baru mengumumkan hilangnya bahan material ini pada Sabtu (10/5), meskipun informasi soal insiden ini mulai bermunculan di internet semalam sebelumnya.
Menanggapi hal ini, tabloid berpengaruh yang dipublikasi oleh Partai Komunis, Global Times menyebut bahwa penundaan dalam penyampaian informasi tersebut terjadi demi mencegah kepanikan publik. Meskipun tidak dipungkiri bahwa hal ini bisa mengarah kepada kelalaian dalam tugas oleh pemerintah.
(nvc/ita)











































