Presiden Nigeria Optimis Akan Temukan Pelajar yang Diculik Boko Haram

Presiden Nigeria Optimis Akan Temukan Pelajar yang Diculik Boko Haram

- detikNews
Senin, 12 Mei 2014 11:59 WIB
Presiden Nigeria Optimis Akan Temukan Pelajar yang Diculik Boko Haram
Reuters
Abuja - Presiden Nigeria Goodluck Jonathan optimis bahwa ratusan pelajar putri yang diculik Boko Haram akan ditemukan. Adanya bantuan dari intelijen dan militer internasional menambah keyakinan Presiden Jonathan.

Bantuan terbaru datang dari Israel yang menyatakan siap membantu pencarian lebih dari 200 anak-anak perempuan itu. Tidak dijelaskan lebih lanjut jenis bantuan yang akan diberikan Israel. Namun Presiden Jonathan menyatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menghubunginya langsung via telepon dan menawarkan untuk mengirimkan tim ahli antiterorisme.

"Nigeria akan sangat senang menerima tim ahli antiterorisme dari Israel yang dikenal secara global untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung," ucap Presiden Jonathan dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Senin (12/5/2014).

Selain Israel, bantuan juga datang dari Inggris dan Amerika Serikat yang juga mengerahkan tim ahlinya. Nigeria sendiri menerjunkan dua divisi militernya ke wilayah perbatasan untuk melacak keberadaan sekitar 200-an pelajar sekolah yang diculik militan Boko Haram sejak bulan lalu.

"Sangat optimis bahwa dengan seluruh komunitas internasional mengerahkan militer serta aset dan kemampuan intelijennya dalam mendukung upaya Nigeria ... keberhasilan akan segera diraih," imbuh pernyataan Presiden Jonathan tersebut.

Militan Boko Haram menyerbu dan menculik sekitar 276 anak perempuan yang merupakan murid sekolah khusus putri di desa Chilbok pada 14 April lalu. Beberapa anak berhasil melarikan diri, namun masih ada sekitar 200-an pelajar yang masih diculik oleh Boko Haram.

Situasi semakin tegang ketika pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau mengancam akan menjual anak-anak perempuan tersebut sebagai budak.

Laporan terbaru menyebut, Gubernur negara bagian Borno, Nigeria mengaku memiliki informasi mengenai keberadaan lebih dari 200 anak perempuan yang diculik itu. Gubernur Kashim Shettima seperti dilansir kantor berita BBC, menyebut bahwa para pelajar itu masih berada di wilayah Nigeria. Jadi mereka belum dibawa ke perbatasan negara Chad atau Kamerun, seperti yang dikhawatirkan selama ini.

(nvc/ita)


Berita Terkait