"Para pemberontak dipersenjatai dengan granat-granat berpeluncur roket. Mereka punya senjata antipesawat," kata Kashim Shettima, gubernur negara bagian Borno seperti dilansir AFP, Senin (12/5/2014).
"Boko Haram dipersenjatai jauh lebih baik daripada militer kita," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam event World Economic Forum, presiden berumur 56 tahun itu angkat bicara atas kritikan tersebut. "Saya merasa sedih. Saya tak akan bisa tidur dengan kedua mata saya tertutup sampai anak-anak perempuan ini dibawa kembali dengan selamat kepada orangtua mereka," tutur Jonathan.
Jonathan pun optimis bahwa anak-anak tersebut akan bisa ditemukan.
Sebelumnya, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menyatakan, kelompoknya menculik lebih dari 200 pelajar putri dari kota Chibok pada 14 April lalu. Shekau pun mengancam akan menjual mereka sebagai budak.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun menaruh perhatian atas penculikan massal ini. Obama menyebut penculikan ini sebagai situasi yang menyedihkan dan keterlaluan. Bahkan Washington telah mengerahkan tim pakar militer dan kepolisian ke Nigeria untuk membantu menemukan anak-anak yang diculik itu.
Bantuan serupa datang dari pemerintah Prancis, Inggris, dan Israel. Dewan Keamanan PBB pun mengecam keras penculikan massal oleh Boko Haram ini. DK PBB menyerukan pembebasan segera para korban penculikan dan menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terhadap Boko Haram.
(ita/ita)











































