Perdana Menteri Israel Banjamin Netanyahu menawarkan bantuan untuk mencari duaratusan lebih siswi di Nigeria yang menjadi korban penculikan teroris Boko Haram. Berbagai kecaman dari beragam kalangan dan negara bermunculan menyikapi tindakan tak bermoral kelompok militan tersebut.
Tawaran yang dilayangkan Netanyahu tersebut disampaikan saat kunjungan resminya ke Negeri Sakura, Jepang. Melalui sambungan telepon kepada Presiden Nigeria Goodluck Ebele Azikiwe Jonathan, Netanyahu melempar kerjasamanya dalam menelusuri keberadaan ratusan siswi Nigeria tersebut.
Netanyahu mengecam keras aksi kelompok Boko Haram yang menjadikan ratusan anak perempuan tak berdosa sebagai senjata teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pemerintah Nigeria, Presiden Jonathan menerima terbuka tawaran dari Israel tersebut. Kerjasama yang diberikan adalah dengan mengirim pasukan antiteror yang akan menelusuri dan melakukan penyelamatan yang saat ini sedang berlangsung.
Sebanyak 223 pelajar putri diculik sejak tiga pekan lalu dari sekolah berasrama mereka di Chibok, Nigeria utara. Para siswi tersebut berumur 16 hingga 18 tahun. Kelompok militan Boko Haram mengancam akan menjual anak-anak perempuan itu sebagai "budak".
Seluruh dunia mengecam aksi ini, termasuk Presiden AS Barack Obama dan PM Inggris David Cameron.
(ahy/ros)











































