Sky News, Minggu (11/5/2014) melaporkan, salah seorang gadis mengaku sempat lari saat diminta mencari air. Banyak pria bersenjata yang berusaha mengejar dan menembak, namun dia akhirnya bisa lolos.
Gadis lainnya yang selamat menceritakan, dia bisa kabur setelah loncat dari truk yang bergerak pelan. Dia sempat menghabiskan malam di semak-semak untuk sembunyi sebelum akhirnya bisa kembali ke keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berjalan melewati malam sebelum sampai di tempat tujuan di hutan," sambungnya.
"Bahkan saat mereka menembali kami, kami tetap berusaha lari dan Tuhan menolong kami tiba di Chibok dua hari kemudian," tambahnya lagi. Nama gadis itu sengaja tak disebutkan demi keselamatan mereka.
Gadis lainnya berkata: "mereka mengancam kami akan menembak siapa pun yang ingin kabur. Tapi saat truknya melambat, saya loncat bersama teman saya,".
Ternyata, para gadis itu dibagi menjadi empat kelompok. Lokasi penyekapan mereka juga dipisah agar menyulitkan upaya pencarian.
Sebanyak 223 pelajar putri diculik sejak tiga pekan lalu dari sekolah berasrama mereka di Chibok, Nigeria utara. Para siswi tersebut berumur 16 hingga 18 tahun. Kelompok militan Boko Haram mengancam akan menjual anak-anak perempuan itu sebagai "budak".
Seluruh dunia mengecam aksi ini, termasuk Presiden AS Barack Obama dan PM Inggris David Cameron.
(mad/dnu)











































