Jelang Referendum Kemerdekaan, Ketegangan Meningkat di Ukraina Timur

Jelang Referendum Kemerdekaan, Ketegangan Meningkat di Ukraina Timur

- detikNews
Sabtu, 10 Mei 2014 16:40 WIB
Jelang Referendum Kemerdekaan, Ketegangan Meningkat di Ukraina Timur
Kiev, - Ketegangan meningkat di wilayah Ukraina timur menjelang referendum kemerdekaan yang akan digelar besok, Minggu (11/5). Bahkan para pemberontak pro-Rusia sempat menangkap sejumlah staf Palang Merah atas dugaan spionase.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (10/5/2014), saat ini persiapan terus dilakukan untuk menggelar referendum di kota Donetsk dan Lugansk, Ukraina timur. Para pemberontak pro-Rusia bersikeras untuk menggelar referendum tersebut meski Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerukan untuk menundanya.

Negara-negara Barat yakin bahwa referendum tersebut bisa mendorong kedua wilayah Ukraina tersebut untuk minta bergabung ke Rusia. Barat pun menegaskan, referendum tersebut hanya akan memperparah krisis hubungan antara Barat dan Rusia yang terjadi sejak pencaplokan Crimea, Ukraina oleh Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut jajak pendapat lembaga penelitian Amerika, Pew Research Centre, 70 persen warga Ukraina timur menolak pemisahan dan ingin Ukraina tetap menjadi negara kesatuan. Hanya 18 persen pemilih yang setuju memisahkan diri dari Ukraina.

Bahkan di antara warga Ukraina yang berbahasa Rusia, hampir 60 persen tidak setuju kalau Ukraina pecah.

Apapun hasil referendum pada Minggu besok, pemerintah di Kiev telah menyatakan tak akan menerima aksi illegal itu. Amerika Serikat dan Uni Eropa pun mengecam rencana referendum yang tidak punya dasar hukum itu.

(ita/ita)


Berita Terkait