Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/5/2014), setidaknya 10 tim militer terus berupaya menemukan para korban penculikan hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Penjagaan di perbatasan-perbatasan pun diperketat.
DK PBB menyatakan penculikan massal ini bisa menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di bawah hukum internasional. Para anggota dewan menyatakan akan terus mengamati situasi ini dan mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah semestinya terhadap kelompok Boko Haram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen PBB Ban Ki-moon telah mengirimkan Perwakilan Khusus untuk Afrika Barat, Said Djinnit ke Abuja, Nigeria untuk membahas cara-cara membantu otoritas Nigeria menemukan para pelajar yang diculik sejak 3 pekan lalu.
"Dalam pertemuannya dengan para pejabat senior pemerintah, Djinnit akan menawarkan bantuan PBB dan membahas bagaimana kami bisa mendukung sepenuhnya upaya otoritas untuk memulangkan dengan selamat anak-anak perempuan yang diculik ke keluarga mereka," ujar juru bicara PBB Farhan Haq.
Sebelumnya, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menyatakan, kelompoknya menculik lebih dari 200 pelajar putri dari kota Chibok pada 14 April lalu. Shekau pun mengancam akan menjual mereka sebagai budak.
(ita/ita)











































