Hal ini setelah kepolisian Malaysia menangkap seorang pria Somalia berusia 34 tahun, yang diduga terkait jaringan militan. Pria yang juga tengah dicari-cari oleh Interpol ini, ditangkap di Kuala Lumpur pada Kamis (8/5) kemarin.
Interpol memburu pria Somalia tersebut atas keterkaitannya dengan kelompok pemberontak Shebab, yang bertanggung jawab atas serangkaian aksi kekerasan di wilayah Afrika Timur. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (9/5/2014).
Kepolisian Malaysia kini juga tengah melacak keberadaan lima orang lainnya terkait militan Somalia tersebut. Seorang sumber yang memahami penyelidikan kasus ini menuturkan, warga asing tersebut masuk ke Malaysia dengan menggunakan visa mahasiswa beberapa waktu lalu.
Kini diyakini kelima warga asing tersebut sudah meninggalkan Malaysia. Namun penyelidikan terus dilakukan oleh kepolisian Malaysia.
Deputi Inspektur Jenderal Polisi Bakri Zinin yang pertama mengumumkan penangkapan pria Somalia tersebut pada Kamis (8/5) malam.
"Kepolisian tengah menyelidiki aktivitas tersangka di Malaysia untuk mencari tahu apakah ada teroris jaringan Al-Shebab lainnya yang mungkin bersembunyi atau melakukan aktivitas yang bisa mengganggu keamanan Malaysia," tuturnya.
Militan Shebab mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di mal Westgate di Nairobi, Kenya pada tahun 2013 lalu. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 67 orang.
Pekan lalu, otoritas Malaysia menangkap 11 orang yang diduga kuat terlibat aktivitas militan dengan dalih tugas kemanusiaan. Media-media Malaysia mengutip sumber dari kalangan pejabat setempat yang menyatakan, kedua kasus tersebut tidak berkaitan.
Kepolisian Malaysia juga sempat menyelidiki kemungkinan keterkaitan terorisme dalam hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, namun sejauh ini belum ada indikasi yang kuat.
(nvc/ita)











































