Seperti diberitakan AFP, Kamis (8/5/2014), Ramalingam Sakthivel mengaku bersalah atas keikutsertaan dalam kerusuhan pada Desember 2013 lalu di Little India, yang menyebabkan 39 orang terluka termasuk beberapa polisi. Sebanyak 25 kendaraan juga dirusak para perusuh saat itu.
Dalam insiden itu, sekitar 400 pekerja migran dari Asia Selatan meluapkan kemarahan mereka setelah seorang pekerja India tewas ditabrak sebuah bus di Little India. Itu merupakan kerusuhan terburuk di Singapura sejak tahun 1960-an silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam berkas pengadilan disebutkan, Ramalingam menyerang para polisi di lokasi dengan melemparkan botol-botol bir. Pria berumur 33 tahun itu juga mengajak para perusuha lainnya untuk membantu dirinya menggulingkan sebuah kendaraan polisi.
Ramalingam juga merusak sebuah ambulans dan membakar bus yang menabrak pekerja India hingga tewas tersebut.
(ita/ita)











































