Kepolisian Texas, Amerika Serikat tengah menyelidiki insiden penembakan seorang nenek berusia 93 tahun. Nenek tersebut tewas ditembak seorang polisi di kediamannya sendiri.
Sang nenek yang bernama Pearlie Golden merupakan warga kota kecil Hearne yang memiliki 4.600 penduduk. Kota Hearne berjarak 241 kilometer dari Dallas, kota utama di Texas.
Seperti dilansir CNN, Kamis (8/5/2014), Golden tewas akibat sejumlah luka tembakan pada Selasa (6/5) waktu setempat. Yang kini tengah diselidiki oleh kepolisian Texas adalah mengapa seorang polisi yang bernama Officer Stephen Stem nekat menembak Golden hingga tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang saya pahami adalah (kepolisian Hearne) dipanggil karena ada seorang wanita menodongkan senjata api. Seorang polisi memintanya (Golden-red) untuk meletakkan senjata apinya, dan ketika dia tidak meletakkannya, tembakan dilepaskan," terang Siegert.
Sedangkan jaksa kota Hearne, Bryan Russ Jr menerangkan, Stem meminta Golden untuk meletakkan senjatanya sedikitnya sebanyak 3 kali. Ketika Golden tak melakukannya, Stem melepas tiga tembakan. Dua tembakan di antaranya tepat mengenai Golden.
Golden kemudian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang, nyawa nenek berusia 93 tahun tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, Kepolisian Hearne mengumumkan bahwa Stem dikenai skorsing seiring berjalannya penyelidikan atas insiden penembakan tersebut. "Kami sangat sedih atas insiden ini. Semua orang di lingkungan pemerintah kota merasa kecewa bahwa wanita ini terbunuh. Sekarang, investigasi berada di luar wewenang kami. Semuanya di bawah Texas Rangers," ucap Russ.
Kepolisian menambahkan, Texas Rangers memiliki senjata api yang diyakini dipegang Golden saat insiden tersebut terjadi. Menanggapi insiden ini, warga setempat mengaku terkejut. Beberapa mengaku mengenal Golden sebagai wanita yang baik.
"Meskipun dia memiliki senjata, dia berusia 90-an tahun. Mereka bisa melepas tembakan ke udara untuk menakutinya. Mungkin dia akan menjatuhkan senjatanya. Saya tidak pernah melihat dia menembak siapapun," ucap seorang warga setempat, Lawanda Cooke.
(nvc/ita)











































