Otoritas Rusia menyatakan telah menarik mundur tentara mereka dari perbatasan Ukraina. Namun Amerika Serikat menegaskan tak ada bukti bahwa tentara tersebut sudah ditarik.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengatakan bahwa sekitar 40 ribu tentara Rusia yang disiagakan di perbatasan Ukraina, telah ditarik mundur hingga ke area latihan yang biasa mereka gunakan. Namun kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One, wakil juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest menyatakan tidak ada bukti kuat di lapangan yang menunjukkan hal tersebut memang terjadi.
"Tidak ada bukti bahwa penarikan tersebut benar telah dilakukan," terang Josh Earnest seperti dilansir AFP, Kamis (8/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Earnest menyatakan, pemerintah AS akan menyambut baik penarikan tentara Rusia yang dilakukan dengan transparan. "Itu adalah hal yang kami tunggu sejak lama," ucapnya.
Sementara itu, dalam pernyataannya Putin mengklaim bahwa dirinya telah memerintahkan tentara yang dikerahkan ke perbatasan Ukraina sejak 2 bulan lalu untuk mundur. "Kami sudah menarik mundur mereka. Hari ini mereka tidak ada di perbatasan Ukraina tapi di lokasi latihan biasa, di area latihan," tegas Putin.
Dalam statemennya, Putin juga menyatakan bahwa dirinya meminta kelompok separatis pro-Rusia yang ada di Ukraina untuk menunda referendum yang direncanakan pada 11 Mei mendatang, demi menciptakan kondisi yang kondusif bagi dialog.
Putin bahkan menyebut pemilu presiden yang akan digelar di Ukraina pada 25 Mei mendatang merupakan langkah yang tepat.
(nvc/ita)










































