"Sejauh ini, kami mendapatkan 63 orang tewas," tutur juru bicara kepolisian Masood Mwinyi kepada kantor berita AFP, Rabu (7/5/2014).
Kepolisian tengah melakukan penyelidikan mengenai asal-muasal minuman beracun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus-kasus tersebut terjadi di sejumlah kota di Kenya. Kota-kota yang memiliki paling banyak korban alkohol beracun ini berada dekat dengan ibukota Nairobi dan wilayah lainnya di Kenya.
Dalam beberapa kasus, alkohol tersebut dibeli dari bar-bar resmi. Sementara dalam kasus-kasus lainnya, alkohol tersebut dijual di jalanan di kawasan perkampungan miskin.
(ita/ita)











































