"Selama bertahun-tahun, Eropa telah menutup mata atas bagaimana fasisme telah meraih para pendukung baru, bagaimana para pendukungnya merekrut para pengikut baru," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah acara publik di Moskow, Rusia.
"Apa yang terjadi di Odessa pada 2 Mei adalah murni fasisme," imbuh Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran yang terjadi pada gedung serikat perdagangan di kota Odessa pada 2 Mei lalu telah menewaskan 42 orang. Kebanyakan korban adalah para militan pro-Rusia.
Perdana Menteri interim Ukraina yang pro-Barat, Arseniy Yatsenkyuk menuduh pemerintah Rusia mendalangi aksi-aksi para militan yang berujung kematian. Namun Rusia membantah tuduhan tersebut dan balik menuding pemerintah Ukraina tengah berperang melawan rakyatnya sendiri.
(ita/ita)











































