Kedapatan Bawa Peluru, Agen FBI Ditangkap di Pakistan

Kedapatan Bawa Peluru, Agen FBI Ditangkap di Pakistan

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2014 09:26 WIB
Kedapatan Bawa Peluru, Agen FBI Ditangkap di Pakistan
Ilustrasi (Reuters)
Islamabad - Seorang agen biro federal Amerika Serikat atau FBI dilaporkan ditangkap di Pakistan. Penyebabnya, agen FBI ini kepergok membawa amunisi ketika terbang dengan pesawat domestik dari Karachi ke Islamabad.

Seperti dilansir CNN, Rabu (7/5/2014), pejabat kepolisian AS menuturkan bahwa agen FBI tersebut tengah berada di Pakistan dalam rangka menjalankan tugasnya untuk memberi pelatihan kepada polisi setempat. Tidak disebutkan sudah berapa lama agen FBI tersebut berada di Pakistan.

Secara terpisah, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menyebutkan bahwa diplomat AS tengah bekerja intens dengan otoritas Pakistan untuk mengusahakan pembebasan agen FBI tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, media Pakistan melaporkan bahwa agen FBI tersebut sudah mulai disidangkan atas dakwaan anti-terorisme pada Selasa (6/5). Dakwaan yang dijeratkan kepada agen FBi tersebut melarang keberadaan senjata atau amunisi tanpa izin resmi dalam setiap penerbangan komersial.

Setiap agen FBI atau pekerja dari badan pemerintah AS diperbolehkan membawa senjata di Pakistan, dengan adanya izin resmi.

Dalam kasus ini, tampaknya sang agen FBI lupa bahwa dirinya mmbawa sejumlah peluru ketika terbang dengan pesawat domestik. Media setempat melaporkan, agen FBI tersebut kedapatan membawa 15 butir peluru saat diperiksa.

Pejabat AS berharap agar insiden ini lebih cepat diselesaikan daripada kasus kontraktor CIA tahun 2011 lalu yang ditangkap dan diadili karena membunuh dua pria. Raymond Davis saat itu meyakini dua pria yang dibunuhnya berniat untuk merampoknya.

Kasus tersebut sempat memicu sentimen anti-Amerika di Pakistan, serta memperburuk hubungan AS dengan Pakistan. Pemerintah AS akhirnya sepakat untuk membayar kompensasi terhadap keluarga dua pria yang menjadi korban dan Davis pun akhirnya dibebaskan.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads