Seperti dilansir CNN, Rabu (7/5/2014), pejabat kepolisian AS menuturkan bahwa agen FBI tersebut tengah berada di Pakistan dalam rangka menjalankan tugasnya untuk memberi pelatihan kepada polisi setempat. Tidak disebutkan sudah berapa lama agen FBI tersebut berada di Pakistan.
Secara terpisah, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menyebutkan bahwa diplomat AS tengah bekerja intens dengan otoritas Pakistan untuk mengusahakan pembebasan agen FBI tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap agen FBI atau pekerja dari badan pemerintah AS diperbolehkan membawa senjata di Pakistan, dengan adanya izin resmi.
Dalam kasus ini, tampaknya sang agen FBI lupa bahwa dirinya mmbawa sejumlah peluru ketika terbang dengan pesawat domestik. Media setempat melaporkan, agen FBI tersebut kedapatan membawa 15 butir peluru saat diperiksa.
Pejabat AS berharap agar insiden ini lebih cepat diselesaikan daripada kasus kontraktor CIA tahun 2011 lalu yang ditangkap dan diadili karena membunuh dua pria. Raymond Davis saat itu meyakini dua pria yang dibunuhnya berniat untuk merampoknya.
Kasus tersebut sempat memicu sentimen anti-Amerika di Pakistan, serta memperburuk hubungan AS dengan Pakistan. Pemerintah AS akhirnya sepakat untuk membayar kompensasi terhadap keluarga dua pria yang menjadi korban dan Davis pun akhirnya dibebaskan.
(nvc/nrl)











































