Perang Sipil Bisa Pecah di Ukraina Jika Pemilihan Presiden Tak Jadi Digelar

Perang Sipil Bisa Pecah di Ukraina Jika Pemilihan Presiden Tak Jadi Digelar

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 16:19 WIB
Perang Sipil Bisa Pecah di Ukraina Jika Pemilihan Presiden Tak Jadi Digelar
militan pro-Rusia (Reuters)
Paris, - Ukraina dalam keadaan genting. Bahkan negeri itu bisa jatuh ke dalam kekacauan dan perang sipil jika pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 25 Mei mendatang tidak jadi digelar.

Presiden Prancis Francois Hollande menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan BFMTV dan radio RMC seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/5/2014).

"Akan ada kekacauan dan risiko perang sipil jika pemilihan tidak dilaksanakan," tutur Hollande.

"Tekanan harus diberikan pada Rusia oleh seluruh Eropa dan Amerika Serikat melalui sanksi-sanksi," imbuh pemimpin Prancis tersebut.

Menurut Hollande, pemerintah Rusia juga menginginkan pemilihan tersebut terlaksana "karena Rusia tak ingin dipandang sebagai negara yang ingin mencegah negara lain, dalam hal ini Ukraina, melakukan pemilihan," tandas Hollande.

"Saya telah melakukan kontak tak langsung dengan (Presiden Rusia) Vladimir Putin untuk menjelaskan padanya betapa pentingnya pemilihan ini," pungkas Hollande.

(ita/ita)


Berita Terkait