Misi Pencarian MH370 Masuki Babak Baru yang Lebih Sulit dan Menantang

Misi Pencarian MH370 Masuki Babak Baru yang Lebih Sulit dan Menantang

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 15:59 WIB
Misi Pencarian MH370 Masuki Babak Baru yang Lebih Sulit dan Menantang
Bluefin-21 yang dikerahkan dalam pencarian MH370 (US Navy/Getty Images/CNN)
Canberra - Lebih dari 300 kali penerbangan. Lebih dari 3 ribu jam pencarian di udara. Menyusuri area perairan seluas 4 juta kilometer persegi. Angka-angka ini berbicara menunjukkan sulitnya pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, namun hasilnya sejauh ini nihil.

Kini pencarian pesawat MH370 memasuki babak baru, tentunya babak yang lebih sulit. Otoritas terkait kini bergerak ke fase pencarian selanjutnya, yang diperkirakan akan lebih menantang dari upaya pencarian yang telah dilakukan nyaris dua bulan terakhir.

"Kami mengetahui dengan sangat jelas bahwa area pencarian selanjutnya akan jauh lebih luas, dengan lebih banyak kesulitan dan tugas-tugas yang lebih berat," ujar Menteri Transportasi China, Yang Chuantang seperti dilansir CNN, Senin (5/5/2014).

Australia sebagai koordinator tim pencarian MH370, bersama dengan Malaysia dan China akan menggelar pertemuan di Canberra, Australia pada Rabu (7/5) mendatang untuk membahas rencana pencarian MH370 fase selanjutnya.

Satu kelompok akan menganalisis daya dan informasi yang telah berhasil dikumpulkan sejauh ini. Sedangkan tim lainnya akan memeriksa sumber daya dan peralatan yang diperlukan dalam pencarian. Tugas paling menantang adalah menjelajahi wilayah perairan yang belum dipetakan.

Karena fase selanjutnya akan melibatkan pencarian bawah laut yang sangat intens, maka elemen kuncinya adalah pemetaan dasar lautan yang menjadi area pencarian, secara detail. "Kami tahu bahwa laut itu sangat dalam. Dan untuk tahap selanjutnya ... kami perlu memiliki pemahaman tentang dasar lautan," ucap Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss.

Lebih lanjut, Truss mengaku tak mengetahui pasti kedalaman lautan yang akan menjadi area pencarian MH370 selanjutnya, karena area tersebut sama sekali belum pernah dipetakan.

Plt Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menyatakan, babak baru ini tentunya akan mengizinkan lebih banyak pihak untuk bergabung. Pihak-pihak baru yang dimaksud, menurut Hishammuddin, bisa berasal dari institusi penelitian maupun melibatkan negara lain yang tadinya belum ikut terlibat pencarian MH370.

"Ini memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang tidak terlibat pada fase awal upaya pencarian dan penyelamatan, untuk ikut bergabung," cetus Hishammuddin.

Pencarian babak baru akan melibatkan lebih banyak peralatan teknologi canggih, termasuk side-scan sonar dan lebih banyak kendaraan bawah laut tanpa awak. Wakil PM Truss memperkirakan, peralatan baru akan mulai diterjunkan dalam waktu 1-2 bulan ke depan. Sedangkan kapal selam mini Bluefin-21 akan tetap melanjutkan misinya seperti yang sudah dijadwalkan.


(nvc/ita)


Berita Terkait