Dalam aksinya pada Minggu, 4 Mei waktu setempat, para aktivis pro-Rusia tersebut meneriakkan "Kami tak akan memaafkan!" dan "Rusia!" sembari memecahkan kaca-kaca jendela dan merobohkan gerbang kantor kepolisian Ukraina.
Menurut kepolisian Odesa seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (5/5/2014), sebanyak 67 aktivis berhasil bebas dari tahanan dalam insiden ini.
Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah lebih dari 40 aktivis pro-Rusia tewas dalam kebakaran di sebuah gedung yang mereka duduki. Kebakaran pada Jumat, 2 Mei lalu itu terjadi usai bentrokan dengan kelompok-kelompok pro-pemerintah Ukraina.
Kepala kepolisian Ivan Katerinchuk berjanji akan mengadili semua orang yang terlibat dalam kebakaran itu. "Seperti halnya kalian, saya ingin mengembalikan hukum dan ketertiban di Ukraina," tegasnya di depan warga pendukung pemerintah Ukraina.
Insiden 2 Mei tersebut merupakan yang paling mematikan sejak presiden Ukraina yang dekat dengan Rusia, Viktor Yanukovich terpaksa melarikan diri pada Februari lalu dan para militan pro-Rusia melancarkan pemberontakan di kawasan Ukraina timur.
(ita/ita)











































