Sumber keamanan Jerman yang dikutip oleh surat kabar ternama Jerman, Bild am Sonntag menyebutkan, agen-agen CIA dan FBI tersebut membantu pemerintah Ukraina di Kiev untuk mengakhiri pemberontakan di wilayah Ukraina bagian timur. Kemudian juga membantu membangun struktur keamanan di negara tersebut.
Demikian seperti dilansir AFP, Senin (5/5/2014).
Disebutkan juga oleh sumber tersebut, para agen intelijen AS itu tidak secara langsung terlibat dalam pertempuran dengan militan pro-Rusia yang kini tengah gencar dilakukan oleh otoritas Ukraina.
"Aktivitasnya terbatas di ibukota Kiev," demikian tulis surat kabar Jerman tersebut.
Masih menurut surat kabar Bild am Sonntag, agen-agen FBI tersebut juga membantu pemerintah Ukraina dalam memerangi kejahatan terorganisir yang marak di negara tersebut. Sedangkan sebuah kelompok khusus dalam masalah keuangan membantu melacak kekayaan mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang melarikan diri ke luar negeri.
Pemerintah sementara Ukraina mulai terbentuk pada akhir Februari lalu setelah berbulan-bulan aksi unjuk rasa digelar hingga menggulingkan Presiden Yanukovych yang sangat dekat dengan pemerintah Rusia.
Pertempuran antara tentara Ukraina dengan kelompok separatis pro-Rusia terus berlangsung di wilayah timur negara tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 50 orang tewas dalam serangkaian aksi kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya di Odessa.
(nvc/ita)










































