Banyak Pembunuhan Anak di Turki, Hukuman Mati Harus Kembali Diterapkan

Banyak Pembunuhan Anak di Turki, Hukuman Mati Harus Kembali Diterapkan

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 12:48 WIB
Banyak Pembunuhan Anak di Turki, Hukuman Mati Harus Kembali Diterapkan
PM Erdogan (AFP)
Ankara, - Sejumlah kasus pembunuhan anak-anak telah menggemparkan Turki. Pembunuhan brutal ini memicu seruan untuk memberlakukan kembali hukuman mati di negeri itu.

Turki telah menghapuskan hukuman mati lebih dari satu dekade silam, sebagai bagian dari upaya Ankara untuk masuk menjadi anggota Uni Eropa. Namun seruan untuk menerapkan kembali hukuman mati, belakangan ini meningkat dikarenakan pembunuhan-pembunuhan mengerikan itu.

Menurut Yusuf Yigitalp, wakil kepala Partai Islamic Saadet (Felicity) Party, penghapusan hukuman mati telah menimbulkan lonjakan tingkat kejahatan. Karenanya, hukuman mati harus diberlakukan kembali.

"Saat ini hukuman mati diterapkan di negara-negara Barat. Hukuman mati dilaksanakan di Amerika Serikat dan di Eropa untuk kejahatan tertentu," tutur Yigitalp kepada surat kabar konservatif Milli Gazete seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/5/2014).

Pemerintah Ankara menghapuskan hukuman mati pada tahun 2002 silam sebagai bagian dari reformasi yang diperlukan untuk bergabung ke Uni Eropa.

Dikatakan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, memberlakukan kembali hukuman mati mustahil dilakukan jika Turki ingin bergabung dengan Uni Eropa. Karenanya, ujar Erdogan, pemerintah akan mengupayakan adanya hukuman penjara seumur hidup bagi para pembunuh anak.

Dalam salah satu kasus pembunuhan tersebut, seorang bocah perempuan berumur enam tahun ditikam dan dibakar oleh seorang pemuda berumur 20 tahun. Dalam kasus menggemparkan lainnya belum lama ini, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun disodomi dan dicekik hingga tewas di provinsi Kars, Turki timur. Dan dua pekan lalu, seorang bocah laki-laki berumur 4 tahun juga dibunuh dengan keji di sebuah lumbung padi di provinsi Aydin, wilayah Aegean.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads