Seperti dilansir CNN.com, Minggu (4/5/2014) dari hasil pencarian tidak ada lagi ditemukan korban selamat. Malahan proses pencarian menjadi sulit dikarenakan, para penyelam harus menerobos pintu kabin yang tertutup akibat puing-puing seperti dikutip Yonhap News Agency.
Dalam pencarian yang dilakukan selama 24 jam, penjaga pantai Korea Selatan melaporkan ada 14 mayat baru dan menambah daftar korban meninggal menjadi 242 orang. Dan masih ada 60 orang yang hilang.
Kapal Feri tersebut tenggelam pada 16 April 2014 lalu dan membawa 467 orang yang rata-rata anak sekolah. Juru bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan Korsel, Park Seung Ki pada Jumat (2/5) mengatakan ada benda-benda dari dalam kapal, salah satunya kasur yang hanyut dan terbawa arus hingga sejauh 30 kilometer dari lokasi kejadian.
Semakin hari, barang-barang pribadi para penumpang dan juga puing-puing dari kapal mulai tampak di permukaan dan tak sedikit yang hanyut terbawa arus laut hingga ke lokasi yang jauh.
Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa arus laut yang sangat kuat mungkin telah menghanyutkan beberapa jasad korban ke lautan lepas hingga sulit ditemukan.
Sebagai pencegahan, otoritas setempat dan tim penyelamat telah memasang jaring raksasa di sekitar lokasi kejadian sejak beberapa hari lalu.
Keluarga korban hilang, hingga kini masih bersikeras agar seluruh jasad korban ditemukan terlebih dahulu sebelum kapal diangkat.
(spt/fdn)











































