Publisis ternama di Inggris yang banyak terlibat dengan selebriti ternama divonis 8 tahun penjara atas kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah perempuan. Max Clifford mencabuli korban-korbannya yang dijanjikan akan dijadikan artis terkenal.
Sebagai seorang publisis, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/5/2014), peran Clifford merupakan kombinasi dari promosi media dan juga perlindungan bagi selebriti yang menjadi kliennya. Dia pernah membantu promosi The Beatles dengan label rekaman mereka EMI sebelum akhirnya mendirikan perusahaannya sendiri.
Selain itu, Clifford pernah menangani bintang-bintang AS ternama yang berpromosi di Inggris, termasuk penyanyi Frank Sinatra, petinju Muhammad Ali dan aktor Marlon Brando. Produser musik ternama Simon Cowell juga dilaporkan pernah menggunakan jasa Clifford sebagai publisis dan membayarnya sebesar 250 ribu Poundsterling (Rp 4,8 miliar) per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda menargetkan wanita yang rentan yang Anda pikir akan mau melakukannya karena mereka putus asa untuk meraih kesuksesan," tegas hakim Leonard.
Korban termuda diminta untuk melakukan hubungan seks di depan Clifford dan dijanjikan akan mendapat promosi. Clifford mengambil foto salah satu korbannya hanya dengan mengenakan celana dalam dan memberitahunya bahwa foto itu diperlukan untuk film Charles Bronson.
Tidak hanya itu, seorang penari wanita mengaku dijanjikan sebuah peran di film James Bond oleh Clifford, dan sebagai gantinya, Clifford mengajaknya ke toilet dan berhubungan intim di sana. Seorang korban lainnya, seorang model yang saat itu masih remaja dipaksa melakukan hubungan seks ketika Clifford sedang menerima telepon dari istrinya.
Clifford menyangkal seluruh dakwaan yang dijeratkan pengadilan kepadanya. Ketika tiba di pengadilan Southwark Crown Court, London untuk menghadiri sidang vonis, Clifford tetap tampil arogan. Seruan minta maaf kepada korban tidak dipedulikannya.
"Saya tetap berpegang pada semua yang sudah saya katakan sebelumnya," ucap publisis yang berambut perak ini kepada wartawan. Dalam persidangan, hakim Leonard mengcam sikap arogan Clifford yang menunjukkan tidak adanya penyesalan atas perbuatannya.
Clifford merupakan tokoh ternama pertama yang diadili di bawah Operasi Yewtree, yakni program investigasi kepolisian Inggris yang fokus pada kasus-kasus kekerasan seksual di masa lalu. Korban kasus Clifford baru berani mengungkapkan perlakuan bejat pria tersebut sekitar tahun 2012 lalu.
(nvc/jor)











































