Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/5/2014), para pengebom bunuh diri tersebut beraksi di kota Jibrin dan Al-Humeiri. SANA menyebut para "teroris" bertanggung jawab atas serangan-serangan bom tersebut. Istilah teroris selama ini digunakan otoritas Suriah untuk menyebut para pemberontak yang memerangi rezim Presiden Bashar al-Assad.
Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, setidaknya 15 orang tewas dalam insiden tersebut. Namun menurut SANA, jumlah korban jiwa mencapai 18 orang termasuk 11 anak-anak.
Serangan bom ini terjadi setelah dua ledakan bom mobil yang menewaskan sedikitnya 100 orang di kota Homs pada Selasa, 29 April lalu. Sebelumnya, 33 warga sipil juga tewas di kota Aleppo pada Kamis, 1 Mei kemarin ketika pesawat tempur militer Suriah membombardir areal pasar di salah satu distrik yang dikuasai pemberontak.
Lebih dari 150 ribu orang telah tewas sejak pergolakan melanda Suriah pada Maret 2011 lalu. Meski pertumpahan darah terus terjadi, pemerintah Suriah berencana menggelar pemilihan presiden pada 3 Juni mendatang. Diperkirakan, Presiden Bashar al-Assad akan kembali terpilih dalam pemilihan presiden tersebut.
(ita/ita)











































