16 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom di Terminal Nigeria

16 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom di Terminal Nigeria

- detikNews
Jumat, 02 Mei 2014 10:20 WIB
16 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom di Terminal Nigeria
Korban luka akibat ledakan di terminal Nigeria (Reuters)
Abuja - Ledakan bom mobil mengguncang sebuah terminal bus di pinggiran Nigeria yang ramai orang. Dilaporkan sedikitnya 16 orang tewas dalam ledakan ini.

Belum ada kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Namun, diduga kuat serangan ini didalangi oleh militan Boko Haram yang sudah menewaskan ribuan orang selama 5 tahun terakhir di Nigeria.

Seperti dilansir AFP, Jumat (2/5/2014), juru bicara National Emergency Management Agency (NEMA), Manzo Ezekiel menuturkan, ledakan tersebut melanda terminal bus Nyanya yang berjarak hanya beberapa kilometer dari ibukota Abuja pada Kamis (1/5) malam waktu setempat.

Pekerja layanan darurat langsung dikerahkan ke lokasi untuk menangani para korban. Ezekiel menambahkan, tugas para pekerja layanan darurat dipersulit dengan tidak adanya penerangan yang cukup di lokasi, yang memang sehari-hari memiliki penerangan buruk.

Ledakan dahsyat terjadi di lokasi yang sama pada 14 April lalu dan menewaskan 75 orang, yang tercatat sebagai serangan paling mematikan di Abuja. Saat itu, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau mengklaim secara terang-terangan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Berbicara di dekat Asokoro General Hospital, kepala NEMA Muhammad Sani Sidi menuturkan bahwa ledakan pada Kamis (1/5) itu terjadi di lokasi yang tidak jauh dari lokasi ledakan pada 14 April lalu. Menurut Sani Sidi, ledakan bersumber dari sebuah mobil yang dipasangi peledak dan meledak sejauh 50 meter dari lokasi ledakan 14 April lalu.

Dalam pernyataannya, NEMA menyatakan, ada 9 korban tewas akibat ledakan ini. Sedangkan 11 orang lainnya mengalami luka-luka hingga tak sadarkan diri. Menurut Sani Sidi, korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit berbeda.

"Kami memeriksa sejumlah rumah sakit untuk memastikan akurasi jumlah yang kami umumkan," tuturnya kepada wartawan setempat.

Namun reporter AFP yang ada di lokasi menghitung langsung adanya 9 jasad yang dibawa dari Nyanya ke rumah sakit tersebut. Ditambah seorang saksi mata dari rumah sakit yang sama yang enggan disebut namanya, mengaku telah melihat 7 jasad lainnya yang tiba terlebih dahulu dari Nyanya.

Akibat ledakan ini, terminal Nyanya sempat tidak bisa diakses, karena satu jalur ditutup total dan kendaraan dilarang mendekat untuk radius beberapa kilometer.


(nvc/ita)


Berita Terkait